Rupiah Tembus Rp17.000, Purbaya Diserang Warganet TikTok

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dimaki-maki warga TikTok karena dolar AS tembus Rp17.000. Foto: Ist.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dimaki-maki warga TikTok karena dolar AS tembus Rp17.000. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat banyak kritik dari warganet di media sosial setelah nilai tukar rupiah sempat menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, ia menegaskan kondisi rupiah masih dalam batas yang terkendali dan tidak menunjukkan gejolak yang berlebihan.

Rupiah Melemah Dipengaruhi Penguatan Dolar Global

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan merupakan dampak dari penguatan dolar AS secara global yang turut memengaruhi banyak mata uang negara lain.

Ia menilai pergerakan rupiah masih relatif stabil jika dibandingkan dengan beberapa mata uang negara lain di kawasan Asia Tenggara yang mengalami tekanan lebih besar dalam periode yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers laporan keuangan pemerintah yang digelar pada Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA:  BI Siaga Jaga Rupiah, Pelemahan Dipicu Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Kebutuhan Dolar

Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini masih tergolong moderat dan mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia yang tetap memiliki ketahanan eksternal yang cukup baik.

Purbaya memaparkan bahwa sejak 28 Februari 2026, saat terjadi eskalasi geopolitik global yang berdampak pada pasar keuangan, rupiah hanya mengalami depresiasi sekitar 0,3 persen.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/penemuan-mayat-dalam-boks-gegerkan-warga-medan-denai/

Angka tersebut dinilai lebih kecil dibandingkan pelemahan mata uang negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, Ringgit Malaysia tercatat melemah sekitar 0,5 persen, sementara Baht Thailand mengalami depresiasi lebih dalam hingga mencapai 1,6 persen.

Purbaya menekankan bahwa kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dalam menghadapi tekanan global.

BACA JUGA:  Rupiah Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS: Dampak Meredanya Ketegangan AS-Iran dan Proyeksi Ekonomi Positif

Ia juga menuturkan bahwa masyarakat tidak seharusnya hanya melihat angka nilai tukar semata, melainkan perlu memahami konteks global yang turut memengaruhi pergerakan mata uang.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya sempat menceritakan pengalamannya mendapat kritik tajam dari warganet di media sosial yang menyalahkannya atas pelemahan rupiah.

Meski sempat menyentuh level Rp17.001 per dolar AS pada awal pekan, nilai tukar rupiah kemudian kembali menguat dan pada Selasa (10/3/2026) ditutup di kisaran Rp16.864 per dolar AS. Purbaya memastikan bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga berkat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan dengan baik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden
Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat
Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar
Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan
Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi
BGN Bantah Hoaks Atas Nama Kepala Lembaga: Tak Ada Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden
Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Pejabat PT Brantas Abipraya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:31 WIB

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:10 WIB

Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:46 WIB

Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi

Berita Terbaru