Humbahas-Mediadelegasi: Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen beserta rombongan dan tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi RI melakukan kunjungan kerja ke pusat lumbungan pangan atau “food estate” di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Kedatangan rombongan pejabat dan staf Perwakilan Bank Dunia tersebut disambut langsung oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan pimpinan pengelola food estate Van Basten Panjaitan di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung,
Selasa (6/6).
Bupati Humbahas kepada Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen menjelaskan bahwa bawang merah tumbuh baik dan cocok dikembangkan di areal food estate tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keberadaan proyek food estate ini bertujuan mengoptimalkan lahan-lahan potensi sehingga dapat meningkatkan produksi komoditas pertanian yang diharapkan harga jualnya bisa lebih tinggi,” paparnya.
Dosmar Banjarnahor menambahkan, meski hasil belum maksimal, namun dengan hasil ubinan bawang merah yang didapat cukup memuaskan bahkan bisa mencapai 10,3 ton per hektare.
Sementara pimpinan pengelola Food Estate di Desa Ria Ria, Van Basten Panjaitan, mengemukakan bahwa pola yang diterapkan dalam pengelolaan food estate tersebut yaitu dengan menggandeng pihak swasta melalui pola Public Private Partnership.
“Dalam pola kemitraan ini, pemerintah berperan membangun jalan dan irigasi. Sedangkan pihak swasta membantu petani dalam permodalan dan pendampingan,” ujarnya.
Diakuinya, petani bawang binaan Food Estate hingga saat ini masih menghadapi kendala dalam hal sulitnya mendapatkan harga terbaik karena rantai pedagang perantara atau middle men yang mengakibatkan disparitas harga antara petani dan konsumen sangat jauh.
“Ke depannya, kita akan terus berupaya memangkas mata rantai perdagangan tersebut,” ucapnya.
dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI melakukan terobosan melalui pengembangan kawasan Food Estate (FE) hortikultura yang salah satunya ada di Humbahas.
Khusus dalam upaya menekan beban biaya pupuk, pihaknya akan menggunakan pupuk yang dihasilkan dari kotoran dan air seni sapi, seperti yang telah diterapkan di Andra Pradesh, salah satu negara bagian di India.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Perwakilan Bank Dunia juga berdialog dengan
beberapa petani bawang merah.
Mereka juga menanyakan alasan para petani yang sebelumnya mengembangkan tanaman kemenyan, tetapi kini beralih menjadi petani hortikultura.
Setelah meninjau areal food estate di Desa Ria Ria, rombongan Perwakilan Bank Dunia melanjutkan kunjungan ke Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung.
Di lokasi TSTH tersebut, rombongan mendapat penjelasan mengenai seputar program strategis TSTH yang nantinya diharapkan sebagai salah satu produsen utama bibit unggul yang mampu memenuhi kebutuhan bibit tanaman herbal di Indonesia.
Objek wisata
Setelah mengunjungi kedua lokasi itu, rombongan beranjak menuju Baktiraja dan objek wisata Sipinsur di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan untuk melihat keindahan panorama alam dan Danau Toba.
Di Baktiraja, Dosmar memaparkan kondisi perkembangan pembangunan di Kabupaten Humbahas dan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam melaksanakan penanggulangan stunting.
Dari berbagai paparan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Mrs Satu Kahkonen menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran Pemkab Humbahas yang dinilainya serius dan fokus dalam hal penanggulangan stunting.
“Masalah stunting termasuk salah satu bidang pekerjaan yang juga fokus dilakukan Bank Dunia bersama dengan Pemerintah Indonesia,” ujarnya. D|Has-100












