Ketum Sebut PPDI Ingin Mengukir Sejarah Pers

Ketum Sebut PPDI Ingin Mengukir Sejarah Pers
Feri Sibarani STP SH Ketum DPP-PPDI. Foto: dok-ppdi

Medan-Mediadelegasi: Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (PPDI), digadang-gadang akan berjuang sebagai organisasi Pers yang mampu mengukir sejarah bagi kemerdekaan Pers dan kehidupan Pers Nasional.

“Lembaga Pers, merupakan media arus utama yang terpercaya dan di nilai kredible dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Di era pertumbuhan ilmu pengetahuan teknologi informasi, dan sistem digitalisasi global, yang telah menyatukan informasi dunia dalam sekejap, Pers sebagai media arus utama telah mengalami banyak pergeseran,” kata Feri Sibarani STP SH Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (DPP-PPDI) dalam siaran persnya diterima Mediadelegasi, Rabu (11/10), di Medan.

Menurutnya, yang paling menonjol adalah, terjadinya perubahan drastis mengenai sumber informasi. Jika dulu masyarakat harus menjadikan koran dan televisi sebagai wahana komunikasi dan informasi, maka sekarang sudah berubah kepada medsos, antara lain, twiiter, Facebook, Instagram, dan terkini ada tiktok yang sedang membooming di dunia.

Bacaan Lainnya

“Miliaran manusia di dunia sedang mengalihkan perhatian kepada medsos setiap harinya. Sumber informasi tidak lagi hanya bertumpu pada media arus utama, yaitu media Pers, melainkan telah bergeser bentuk dan polanya kepada medsos yang sumber validitas dan akurasinya tidak dapat diketahui darimana. Sehingga informasi yang disajikan cenderung tidak teruji, apalagi terkonfirmasi namun tetap menjadi sumber informasi yang terus ditunggu-tunggu miliaran manusia di dunia,” jelas Feri Sibarani seraya menyebutkan,  hal itu berpotensi mereduksi informasi yang diterima oleh masyarakat, sehingga dapat mempengaruhi atau memframing manusia terhadap sesuatu yang keliru.

“Tantangan Pers saat ini sudah berbeda jauh dari dulu. Kita sedang berada di era digitalisasi informasi yang sangat cepat dan bersifat baru setiap detik. Berita-berita yang dikonsumsi tidak lagi berpatokan pada soal akurasi, validitasi dan konfirmasi, sehingga berpotensi menciptakan opini menyesatkan. Framming yang berbahaya bagi keamanan masyarakat dunia, bagi pendidikan, sosial, budaya, agama dan terutama politik, kususnya di Indonesia, ” Sebut Feri Sibarani saat di Kota Dumai jelang pelantikan DPC PPDI Dumai.

Lanjut Feri, saatnya insan Pers melakukan terobosan penting dalam Dunia Pers, sebelum permasalahan lebih jauh dan lebih serius terjadi. Karena menurutnya, beberapa perubahan yang terjadi diatas adalah sebuah ancaman besar bagi Pers, khusunya dalam aspek kepercayaan masyarakat bagi keberadaan Pers di tengah-tengah dunia.

“Itulah yang sedang menjadi konsen kami dari PPDI terhadap Pers. Khususnya di Indonesia. Selain Pers harus meningkatkan kualitas manusia, dan konten berita, maka insan Pers, atau wartawan dan perusahaan Pers perlu beradaptasi terhadap keadaan dan kondisi real saat ini, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip utama yaitu, kemerdekaan Pers yang menjadi semangat baru dalam Dunia Pers pasca Reformasi Indonesia tahun 1998 lalu, ” ujar Feri.

Pos terkait