Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution, menjelaskan bahwa jumlah pelajar setingkat SMA dan sederajat yang mengikuti aksi bersih-bersih itu diperkirakan mencapai 3.000 orang.
“Mereka berasal dari masing-masing SMA dan SMK negeri yang tersebar di tujuh kabupaten se kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Asren memaparkan, sejumlah SMA dan SMK negeri yang akan mengerahkan siswa dan siswi dalam gerakan aksi bersih-bersih Danau Toba tersebut merupakan sekolah yang bernaung di bawah Disdik Sumut, khususnya di wilayah kerja Cabang Dinas Balige, Pematang Siantar, Humbang Hasundutan dan Kabanjahe.
Terkait dengan gerakan aksi bersih-bersih tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh SMA dan SMK swasta di kawasan Danau Toba agar ikut ambil bagian dalam kegiatan itu di sekitar wilayahnya masing-masing.
Aksi bersih-bersih yang melibatkan para pelajar itu, kata Asren, tidak dipusatkan di satu titik, tetapi tersebar di sejumlah kecamatan yang berada di sekitar Danau Toba.
“Sasaran utama kegiatan adalah pelajar dan tujuannya adalah membangun kesadaran mereka terhadap Danau Toba sebagai sumber utama kehidupan yang keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Sebab, lanjut Asren, danau yang menjadi salah satu ikon utama pariwisata Sumut ini memerlukan upaya penyelamatan secara berkesinambungan agar degradasi lingkungan yang terjadi tidak terus berlanjut. D|Red-04