Konflik India-Pakistan Memanas: Serangan Rudal dan Ancaman Nuklir

Kamis, 8 Mei 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto : Ist.)

Ilustrasi (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Konflik antara India dan Pakistan semakin memanas setelah India melakukan serangan rudal di beberapa bagian Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 26 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun. India mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur teroris, sementara Pakistan membalas dengan mengklaim telah menjatuhkan lima pesawat India.

Serangan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir. India dan Pakistan memiliki sejarah konflik yang panjang, terutama terkait dengan wilayah Kashmir. Kedua negara telah berperang beberapa kali sejak kemerdekaan mereka dari Inggris pada tahun 1947.

India mengklaim bahwa serangan rudal tersebut merupakan bagian dari operasi untuk menghancurkan infrastruktur teroris di Pakistan. Namun, Pakistan membantah klaim ini dan menyebutnya sebagai “serangan tidak beralasan” terhadap warga sipil. Pakistan juga mengklaim bahwa mereka telah menjatuhkan lima pesawat India dalam serangan balasan.

Konflik antara India dan Pakistan memiliki potensi untuk memicu perang yang lebih luas. Kedua negara memiliki senjata nuklir dan kemampuan militer yang signifikan. India memiliki rudal Agni-V yang dapat menjangkau target sejauh 5.000 hingga 8.000 kilometer, sementara Pakistan memiliki rudal Nasr (Hatf-9) yang memiliki jangkauan sejauh 70 kilometer.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Minta Komisi II DPR RI Bantu Selesaikan Konflik Agraria

Pakistan juga memiliki rudal Shaheen 3 yang masih dalam tahap pengembangan dengan jangkauan maksimum hingga 2.750 kilometer. Kedua negara juga tercatat sebagai salah satu importir senjata terbesar di dunia, terutama dari Rusia dan China. Dalam beberapa tahun terakhir, India mulai memperluas sumber persenjataannya dengan mengandalkan produk dari Amerika Serikat, Prancis, dan negara-negara Barat lainnya.

Sementara itu, Pakistan semakin menggantungkan pasokan senjatanya pada China. Data dari Stockholm International Peace Research Institute (Sipri) menunjukkan bahwa pada periode 2019-2023, 82 persen senjata yang diimpor Pakistan berasal dari China, meningkat tajam dibandingkan periode 2009-2012 yang hanya 51 persen.

Konflik antara India dan Pakistan memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas regional dan global. Perluasan persenjataan militer India dan disparitas kekuatan regional membuat Pakistan mengeksplorasi strategi untuk memitigasi dominasi militer India.

BACA JUGA:  Serangan Salah Sasaran, Rudal India Menghantam Punjab

Dalam beberapa tahun terakhir, India dan Pakistan telah mengalami beberapa insiden militer, termasuk serangan teroris dan baku tembak di perbatasan. Konflik ini memiliki potensi untuk memicu perang yang lebih luas dan berdampak pada keamanan regional dan global.

Masyarakat internasional diharapkan dapat berperan dalam mengurangi ketegangan antara India dan Pakistan. Diplomasi dan negosiasi dapat menjadi cara untuk menyelesaikan konflik dan mengurangi risiko perang.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi kedua negara untuk tetap tenang dan tidak melakukan eskalasi lebih lanjut. Masyarakat internasional juga diharapkan dapat mendukung upaya diplomasi dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik antara India dan Pakistan. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru