Ditegaskannya, kegiatan di pusat perbelanjaan, termasuk mall maupun tempat makan, jam operasionalnya dibatasi sampai pukul 20.00 WIB.
Akan tetapi jika terjadi kesalahan yang fatal walaupun baru sekali seperti melebihi batas jam operasional dan menyebabkan terjadinya kerumunan, Bobby Nasution langsung dengan tegas minta personel yang tengah melakukan penerapan PPKM Mikro untuk menindak tegas pelaku pelanggaran tersebut.
Selain memantau protokol kesehatan (prokes), Bobby Nasution selanjutya meminta kepada para personel yang melakukan razia untuk mengecek izin usaha para pelaku usaha tersebut.
Langkah itu bukan untuk mempersulit para pelaku usaha, tetapi hanya saja untuk menyelaraskan semua program prioritas Pemko Medan yang harus di support melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Oleh karenanya, tegas Bobby Nasution, Pemko Medan tidak pernah tebang pilih dan langsung memberlakukan peraturan apabila ditemukan terjadi pelanggaran.
Bobby Nasution mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk sama-sama disiplin jalankan prokes. “Kalau prokes ini bisa kita kita jalankan, tentunya kegiatan ekonomi ini bisa dilakukan beriringan. Alhamdulillah, saat ini Kota Medan angka positif Covid-19 relatif landai walaupun ada peningkatan kemarin. Tetapi kalau kita bandingkan dengan Pulau Jawa yang tengah melakukan PPKM Darurat sehingga kegiatan ekonominya hampir dibatasi, tentunya ini harus menjadi contoh bagi kita agar Kota Medan jangan sampai seperti itu,” harapnya.
Menghindari hal itu tidak terjadi, Bobby Nasution mengatakan, penerapan PPKM Mikro harus terus dilakukan. Kemudian apabila terdapat 5 rumah yang teridentifikasi positif terkonfirmasi Covid-19 dalam satu lingkungan, Bobby Nasution minta camat segera melakukan isolasi lingkungan sesuai dengan keputusan menteri.
“Kota Medan saat ini berada di zona oranye. Terkait vaksinasi sampai saat ini Kota Medan sudah mencapai 58%. Saat ini TNI dan Polri juga sudah bisa melakukan vaksinasi sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Hanya saja vaksinasi mereka melalui provinsi sehingga penginputan datanya tidak bisa digabungkan dengan Pemko Medan. Meskipun begitu, secara nasional Kota Medan sudah berada di peringkat ke 5 dengan jumlah 80 % untuk vaksinasi tahap pertama dan kedua, sedangkan vaksinasi tahap pertama mencapai 56%,” paparnya. D|Med-82.