Tokoh Masyarakat Sumut RE Nainggolan Hadiri Sidang Topan Ginting, Beri Dukungan Moril

Kamis, 2 Oktober 2025 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Masyarakat Sumut  RE Nainggolan (kiri) memeluk terdakwa Topan Obaja Putra Ginting (kanan), di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (2/10).  Foto: ist

Tokoh Masyarakat Sumut RE Nainggolan (kiri) memeluk terdakwa Topan Obaja Putra Ginting (kanan), di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (2/10). Foto: ist

Medan-Mediadelegasi: Tokoh masyarakat Sumatera Utara, RE Nainggolan, hadir di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (2/10).

 

 

Mantan Sekdaprov Sumut itu datang ke PN Medan untuk memberikan dukungan moril kepada mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut, Topan Obaja Putra Ginting.

 

Topan Ginting hari itu dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan Hutaimbaru–Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

 

 

Topan memberikan kesaksian untuk dua terdakwa, yakni Akhirun Piliang alias Kirun selaku Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup dan putranya, Muhammad Rayhan Dulasmi Piliang alias Rayhan, yang menjabat Direktur PT Rona Na Mora.

 

 

Begitu persidangan selesai dan Topan Ginting ke luar dengan pengawalan menuju ruang tahanan sementara PN Medan, RE Nainggolan langsung menghampiri.

BACA JUGA:  Kaderisasi Gerakan Muda PPRTBI Kota Medan Penting

 

 

Pertemuan singkat itu diwarnai pelukan hangat dan tepukan di pundak Topan sebagai tanda dukungan serta penguatan moril.

 

 

 

Kepada wartawan, RE Nainggolan menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk solidaritas dan dukungan moril kepada Topan.

 

 

 

Ia mengaku mengenal Topan sejak lama dan menilai mantan Kadis PUPR itu sebagai sosok pekerja keras yang penuh tanggung jawab.

 

 

 

“Saya kenal Topan ini orang yang baik, hormat pada seniornya, dan sungguh-sungguh bekerja keras. Waktu dia masih camat pun, saya tahu betul dia memberikan hatinya untuk pekerjaannya,” kata RE Nainggolan.

 

Menurutnya, kehadirannya di PN Medan bukan untuk menilai proses hukum yang sedang berjalan, melainkan untuk memberikan dukungan moril.

 

 

“Sebagai senior, sebagai orangtua, saya harus hadir memberikan kekuatan untuk dia. Soal prosesnya, kita tidak tahu pasti, nanti biarlah hukum berjalan. Yang penting jangan langsung menjatuhkan hukuman pada dia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Usai Isolasi, Akhyar Imbau Dinkes Analisis Seseorang Bisa Terpapar Corona

 

 

 

RE Nainggolan menambahkan, dalam menghadapi masalah, setiap orang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, termasuk sahabat.

 

 

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam setiap kesukaran. Jangan hanya ketika nyaman kita dekat dengan seseorang, tetapi justru ketika sahabat menderita, sakit, atau tertimpa masalah, kita harus hadir,” ujarnya.

 

 

 

Selain itu, ia juga menitipkan pesan khusus kepada keluarga Topan agar tetap tabah menghadapi situasi tersebut.

 

 

 

“Saya berharap keluarga tetap sehat, kuat, dan berdoa kepada Tuhan agar memberikan yang terbaik buat Topan. Untuk orangtua beliau juga, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan,” tuturnya. D|red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:08 WIB

HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas

Berita Terbaru

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan arahan dalam sebuah acara resmi di Jakarta. Meutya menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental jurnalis serta kewajiban perusahaan media menyediakan sesi debriefing pascaliputan berat. Foto: Ist.

Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Risiko Kesehatan Mental Jurnalis

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:02 WIB