Masyarakat Samosir Harus Cerdas, Pilih Pemimpin Jangan Coba-Coba

Sementara itu nara sumber lain Fr. Martinus Bogor Lumbanraja CMM yang menyoroti bagaimana seharusnya keterlibatan awam terlaksana. Dalam paparannya, Fr. Martinus menjelaskan bahwa landasan konstitusional kerasulan awam Apostolicam Actuositatem, Dekrit Konsisli ini ingin menjelaskan kodrat, ciri dan keanekaan kerasulan awam serta mengungkapkan azas-azas dasar serta instruksi- instruksi pastoral dalam rangka pelaksanaan kerasulan awam yang lebih berhasil guna.

Lebih lanjut Fr. Martinus menjelaskan bahwa awam perlu memilik kompetensi  dalam setiap keterlibatan dalam hidup sehari hari, yakni kompetensi profesional, kompentesi personal, kompetensi sosial, kompetensi spiritual dan kompetensi intusi.

Disamping kompetensi, awam juga harus mempunyai standard moral yang tinggi yaitu sikap perilaku dan peradapan yang menjadi teladan bagi sesamanya. Maka dalam Pilkada Samosir ini, kompetensi untuk mewujudkan Bonum Commne harus menjadi kriteria utama. 

Bacaan Lainnya

Drs. Alpontus Sinaga Ketua Pembina FKKS mengatakan bahwa standart moral dan kompetensi itu sangat penting, dan kita harus ingat dengan baik bahwa dalam pemilu kita tidak memilih yang terbaik, melainkan mencegah (pemimpin, politik cukong) yang terburuk berkuasa.  Maka rekam jejak, bukti program dan indikaotr kinerja menjadi tolak ukur bagi para pemilih. D|Red

Pos terkait