Samosir-Media Delegasi:Menjadi Kepala Daerah, baik itu Presiden, Gubernur maupun bupati/walikota,jangan menjadi ajang cobacoba. Untuk menjadi kepala daerah dibutuhkan jam terbang dan pengalaman yang mumpuni, baik pengalaman bekerja dan profesional, pengalaman organisasi dan pengalaman sosial politik.
“Kita lihat Jokowi, beliau melalui jalan panjang, tidak tiba tiba saja. Di hadapan kita sudah ada petahana yang mencoba membawa Kabupaten Samosir menuju masyarakat sejahtera dan mandiri, mestinya harus didukung,” imbau Mangatas A. Gultom SAg MKM salah seorang nara sumber pada Seminar Kerasulan Awam dilaksanakan Universitas St Thomas.
Dirinya mengajak masyarakat Samosir agar ajang Pilkada jangan dijadikan percobaan bagi hawa nafsu politik, hawa nafsu berkuasa segelintir orang, masyarakat Samosir dirugikan.
“Kita masih yakin dengan sosok Rapidin bersama Juang. Mereka sudah mencoba melakukan yang terbaik, indikatornya adalah beberapa penghargaan dari Pemerintah Pusat. Kalau mereka duduk duduk makan tidur, penghargaan tidak akan diberikan, atau jatuh dari langit begitu saja. Marilah kita doakan Pilkada berjalan damai lawan politik uang dengan doa dan devoai. “Ta ingot ma Dalihan Na 3, tolu do nahot, dalan ni ngolu ngolu,” jelasnya.
Sementara itu nara sumber lain Fr. Martinus Bogor Lumbanraja CMM yang menyoroti bagaimana seharusnya keterlibatan awam terlaksana. Dalam paparannya, Fr. Martinus menjelaskan bahwa landasan konstitusional kerasulan awam Apostolicam Actuositatem, Dekrit Konsisli ini ingin menjelaskan kodrat, ciri dan keanekaan kerasulan awam serta mengungkapkan azas-azas dasar serta instruksi- instruksi pastoral dalam rangka pelaksanaan kerasulan awam yang lebih berhasil guna.
Lebih lanjut Fr. Martinus menjelaskan bahwa awam perlu memilik kompetensi dalam setiap keterlibatan dalam hidup sehari hari, yakni kompetensi profesional, kompentesi personal, kompetensi sosial, kompetensi spiritual dan kompetensi intusi.
Disamping kompetensi, awam juga harus mempunyai standard moral yang tinggi yaitu sikap perilaku dan peradapan yang menjadi teladan bagi sesamanya. Maka dalam Pilkada Samosir ini, kompetensi untuk mewujudkan Bonum Commne harus menjadi kriteria utama.
Drs. Alpontus Sinaga Ketua Pembina FKKS mengatakan bahwa standart moral dan kompetensi itu sangat penting, dan kita harus ingat dengan baik bahwa dalam pemilu kita tidak memilih yang terbaik, melainkan mencegah (pemimpin, politik cukong) yang terburuk berkuasa. Maka rekam jejak, bukti program dan indikaotr kinerja menjadi tolak ukur bagi para pemilih. D|Red






