Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak
Jacob Ereste | Jurnalis Senior

Usulan terhadap pelaku tindak pidana korupsi agar dihukum mati, sudah berulang kali diusulkan, namun tak disahkan juga oleh   parlemen yang selalu merasa tetap mewakili suara rakyat. Toh, usulan hukuman mati terhadap koruptor tidak juga menjadi perhatian. Boleh jadi — bila hukuman mati terhadap koruptor ini diberlakukan — korban pertama dan terbanyak adalah mereka sendiri yang ada di parlemen itu.

Jadi, akumulasi dari kejengahan rakyat terhadap situasi dan kondisi yang sumpek di negeri ini sudah semacam ilalang kering yang bisa tersulut api kemarahan kapan pun waktunya. Maka itu, paparan ini untuk ikut mengingatkan agar pemerintah bisa bersikap lebih bijak mengantisipasi kemungkinan yang bisa terjadi kapan pun dan dari daerah mana pun.

BACA JUGA: Menulis Itu Ekspresi Pribadi yang Sejati

Bacaan Lainnya

Senyampang belum terlanjur menjadi sesal yang akan merugikan kita semua. Dan upaya untuk mencegah agar kemarahan rakyat tidak sampai meledak, harus kita sikapi dengan cara yang lebih bijak. Peristiwa 1998, agaknya dapat dijadikan pelajaran dan acuan yang baik agar peristiwa yang serupa tidak kembali berulang.

Penulis | Jacob Ereste | Jurnalis Senior

Pos terkait