Menlu RI: PPTM 2026 Fokus Perlindungan Rakyat Indonesia
“Saya ingin memulai Pernyataan Pers Tahun 2026 ini dengan menyampaikan kembali dukacita kami yang mendalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta beberapa tempat lainnya,” ujar Sugiono dengan nada penuh simpati.
Mewakili seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri sekaligus atas nama pribadi, ia mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih. Sebagaimana diketahui, wilayah-wilayah tersebut baru saja dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang cukup dahsyat.
Tak hanya sekadar berduka, Sugiono juga menyatakan optimismenya terhadap langkah-langkah pemulihan yang sedang diambil oleh pemerintah pusat dan daerah. Ia percaya bahwa sinergi berbagai pihak akan mampu memulihkan kondisi wilayah terdampak dalam waktu dekat.
“Kami yakin upaya rekonstruksi dan rehabilitasi yang sedang berlangsung akan segera menunjukkan hasilnya dan menempatkan kembali saudara-saudara kita dalam situasi yang lebih baik,” lanjutnya di hadapan para diplomat dan awak media yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga tidak lupa menyisipkan apresiasi yang tinggi bagi para petugas lapangan. Ia memberikan rasa hormat kepada semua pihak yang berdiri di garis terdepan dalam proses penanggulangan bencana dan evakuasi di seluruh Sumatera.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/buku-broken-strings-karya-aurelie-moeremans-dilirik-ph/
Baginya, musibah ini menjadi pengingat yang sangat kuat mengenai tanggung jawab dasar sebuah negara terhadap rakyatnya. Sugiono menegaskan bahwa esensi dari keberadaan negara adalah memberikan perlindungan kepada seluruh warganya tanpa memandang batas geografis.
“Bencana ini menegaskan satu hal bahwa tugas negara adalah melindungi rakyatnya dalam situasi apa pun dan di mana pun. Dan dalam konteks ini, diplomasi Indonesia menemukan relevansinya yang paling besar dan paling mendasar,” tegas sang Menteri Luar Negeri (Menlu RI).
Pernyataan tersebut kemudian ditarik ke dalam visi besar kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sugiono menekankan bahwa kebijakan internasional Indonesia tidak boleh terpisah dari realitas yang terjadi di akar rumput.
“Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu prinsip yang sederhana namun merupakan fondasi kebijakan luar negeri yang selalu kita pegang teguh, that foreign policy begins at home,” ungkapnya menjelaskan filosofi diplomasi Indonesia.
Menutup bagian awal pidatonya, Menlu juga menggarisbawahi bahwa diplomasi harus menjadi instrumen nyata yang berangkat dari kebutuhan rakyat. Di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, tugas diplomatik adalah memastikan rakyat Indonesia tetap aman, sejahtera, dan terlindungi.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






