Kebutuhan kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, menurutnya, untuk saat ini diharapkan bisa pada tahap peningkatan kualitas pembelajaran bagi dosen, magang dan pertukaran mahasiswa.
Karena itu, katanya, Uniraya senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Kami sangat senang bahwa Konsulat Jenderal China di Medan telah berencana untuk memfasilitasi kerja sama Uniraya dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di China,” tambahnya.
SDM berkualitas
Tujuan dari kerja sama ini, kata Martiman, adalah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Uniraya yang berkualitas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global.
Peningkatan kualitas SDM, sebut dia, menjadi kunci utama dalam menyambut bonus demografi yang dimiliki Indonesia dan peluang mencetak generasi emas menyongsong Indonesia Maju tahun 2045.
“Peningkatan kualitas SDM sangat penting agar bonus demografi yang ditandai dengan proporsi usia produktif dalam jumlah besar dapat dioptimalkan,” tambahnya.
Sebelumnya, konsultan Uniraya Prof. Dr Sihol Situngkir menyatakan kagum dengan atensi Rektor Uniraya Dr. Martiman S. Sarumaha, M.Pd untuk memajukan perguruan tinggi swasta yang dipimpinnya.
“Kami akan terus melakukan inisiasi agar Uniraya mampu meningkatkan akses ke pendidikan berkualitas dengan mengembangkan kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi di luar negeri,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Jambi itu.
Terkait dengan hal itu, Sihol mengarahkan Uniraya agar dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang terdaftar di Anabin Jerman, sehingga nantinya mahasiswa Uniraya bisa mengikuti program magang di lembaga pendidikan terkemuka itu.
Selain itu, pihaknya juga telah mengarahkan Yayasan Pendidikan Nias Raya agar menjalin kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Indosakti agar lulusan Uniraya melalui program pelatihan di Lembaga Bahasa LIA memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. D|Red-04