Medan-Mediadelegasi: Pasca mennguap buruknya pembangunan jalan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), senilai Rp 20 miliar, di Jalan Setia Budi Medan, Selasa (12/01). Hingga warga melakukan protes dengan menanami pisang dan disoroti Mediadelegasi (Medel, agaknya berbuah manis.
Soalnya, Kementerian PUPR tampak malakukan perbaikan dengan menambal lubang-lubang pada pembangunan jalan yang dilaksanakan Tahun 2019 yang sebelumnya disorot berkualitas burut tersebut.
Setidaknya, Pantauan Mediadelegasi, hingga Sabtu, (30/1), tampak dilakukan pekerjaan perawatan jalan, dengan menambal lubang-lubang atau jalan yang kupak-kapik, salahsatunya lubang yang sebelumnya diprotes warga dengan ditanami pisang tersebut, terlihat ditambal.
Beberapa pekerjaan penambalan dilakukan oleh pekerja, yang mana pada pekerjaan tersebut dipasangi garis pembatas, yang memberikan pesan agar pengendara dan pekerja terhindar dari kecelakaan lalulintas.
Menanggapi itu, salah seorang pengendara, R Hutasoit memandang positif terhadap pembangunan tersebut. “Memang selama ini, kita khawatir melintas di jalan Setia Budi ini, apalagi kalau malam banyaknya lubang-lubang itu, membuat rawan kecelakaan,” ungkapnya.
Dia juga berharap, agar dalam pekerjaan penambalan lubang, khususnya di jalan-jalan protokoler lainnya terus digiatkan oleh Kementerian PUPR. “Ini penting sekali, apalagi tingkat kecelakaan di Sumut terbilang tinggi,” ulasnya.