Toba-Mediadelegasi : Pasokan daging babi yang melimpah di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menyebabkan harga jual daging babi turun signifikan. Konsumen berharap harga ini tetap stabil hingga perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut H Silitonga, seorang pedagang daging babi di Pasar Porsea, harga daging babi telah turun hingga Rp20.000 per kilogram dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, daging babi dijual dengan harga Rp90.000 per kilogram, namun kini hanya Rp70.000 per kilogram.
“Penurunan harga disebabkan melimpahnya stok dari peternak babi di Kabupaten Toba. Sudah menjadi tradisi, tiga bulan menjelang Nataru peternak memperbanyak ternaknya untuk memenuhi permintaan pasar,” ujarnya pada Sabtu (13/12/2025).
Meskipun stok daging babi melimpah, H Silitonga memperkirakan bahwa harga daging babi berpotensi naik tergantung pada kedatangan anak rantau yang pulang ke Toba untuk merayakan Nataru.
Ia menjelaskan bahwa jika jumlah pembeli meningkat secara signifikan, stok lokal mungkin tidak mencukupi, sehingga daging harus didatangkan dari luar daerah, yang otomatis akan menaikkan harga.
Sementara itu, sejumlah warga menilai bahwa harga daging babi saat ini masih terlalu tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
Sogar Manurung, seorang warga setempat, mengatakan bahwa pedagang membeli babi hidup dari peternak dengan harga Rp28.000 per kilogram, namun menjualnya kepada konsumen dengan harga Rp70.000 per kilogram.
Sebagai perbandingan, di Kota Pematangsiantar, harga daging babi sekitar Rp60.000 per kilogram. “Harga Rp70.000 per kilogram terbilang tinggi, meski stok melimpah,” kata Sogar.
Konsumen berharap pemerintah daerah dapat memantau dan mengendalikan harga daging babi agar tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang perayaan Nataru.
Dengan harga yang stabil, diharapkan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan sukacita tanpa terbebani oleh harga daging babi yang mahal.
Para pedagang juga diharapkan dapat menjual daging babi dengan harga yang wajar, sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan peternak dan pedagang untuk menjaga stabilitas harga daging babi di Kabupaten Toba.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.












