Paus Fransiskus Ingatkan Bahaya Kekuasaan yang Memaksakan Keseragaman Visi

- Penulis

Kamis, 5 September 2024 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus Ingatkan Bahaya Kekuasaan yang Memaksakan Keseragaman Visi

Paus Fransiskus Ingatkan Bahaya Kekuasaan yang Memaksakan Keseragaman Visi

Jakarta-Mediadelegasi: Pimpinan Gereja Katolik Dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus menyinggung soal munculnya konflik berujung kekerasan bahkan pertumpahan darah di berbagai negara. Menurutnya, itu akibat kurangnya sikap saling menghargai dan mengedepankan intoleran demi kepentingan pribadi.

“Di berbagai daerah kita menyaksikan munculnya konflik-konflik kekerasan, yang sering kali adalah akibat kurangnya sikap saling menghargai, dan dari keinginan intoleran untuk memaksakan kepentingan sendiri, posisi sendiri dan narasi historis sepihak dengan segala upaya, bahkan kalaupun hal ini membawa kepada penderitaan tiada akhir bagi seluruh komunitas dan berujung pada peperangan dan banyak pertumpahan darah,” kata Paus Fransiskus saat pidato di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

BACA JUGA:  Sekjen Kemenag, Dukung Densus 88 Tangkap ASN Diduga Terlibat Terorisme

Kapolri-Panglima TNI Tinjau GBK, Siapkan Pengamanan Misa Akbar Paus Fransiskus
Paus menerangkan, ketegangan dan kekerasan di sebuah negara muncul akibat yang berkuasa hendak memaksakan visi yang seragam.

“Karena mereka yang berkuasa ingin menyeragamkan segala sesuatu dengan memaksakan visi mereka bahkan dalam hal-hal yang seharusnya diserahkan kepada otonomi individu-individu atau kelompok-kelompok yang berkaitan,” ujarnya.

Waspada Penipuan, Tiket Misa Agung Paus Fransiskus di GBK Gratis
Paus Fransiskus juga menyinggung soal kebijakan yang terkesan tak menerapkan prinsip keadilan sosial yang berdampak umat manusia terpinggirkan dan dapat memicu timbulnya konflik.

“Terlebih, terlepas dari kebijakan-kebijakan yang mengesankan, terdapat juga kurangnya komitmen sejati yang berorientasi ke depan untuk menerapkan prinsip-prinsip keadilan sosial. Akibatnya, sebagian besar umat manusia terpinggirkan, tanpa sarana untuk menjalani hidup yang bermartabat dan tanpa perlindungan dari ketimpangan sosial yang serius dan bertumbuh, yang memicu konflik-konflik yang parah,” ujar dia.

BACA JUGA:  Simak!!! Penyebab Dhony Rahajoe Usai Resign dari Wakil Kepala Otorita IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru