Kemlu Pantau Dampak Gempa dan Tsunami di Rusia, 53 WNI Terpantau Aman

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Dahsyat M 8,7 Rusia Picu Tsunami, Indonesia dan Negara Pasifik Siaga. (Foto : Ist.)

Gempa Dahsyat M 8,7 Rusia Picu Tsunami, Indonesia dan Negara Pasifik Siaga. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah memantau secara intensif dampak gempa magnitudo (M) 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, wilayah Federal Timur Jauh Rusia, pada Rabu (30/7/2025). Gempa tersebut juga memicu gelombang tsunami yang berdampak ke sejumlah negara di kawasan Pasifik.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Juda Nugraha, mengatakan bahwa terdapat 53 WNI yang menetap di wilayah Federal Timur Jauh Rusia berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung oleh gempa dan tsunami tersebut.

“Perwakilan RI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI untuk memantau perkembangan situasi,” ujar Juda. Kemlu berkoordinasi intensif dengan berbagai Perwakilan RI, termasuk KBRI Moskow, KBRI Tokyo, KJRI Osaka, dan KJRI Los Angeles, untuk memastikan kondisi dan keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak.

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI di kawasan terdampak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan dan dampak lanjutan tsunami. Jika terjadi keadaan darurat, WNI diimbau segera menghubungi hotline darurat perwakilan RI terdekat.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Sabtu 26 Juli 2025: Leo, Virgo, Libra, Scorpio

Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut gempa M8,7 Rusia berpotensi memicu tsunami. Dia menyebut fenomena tersebut menjadi contoh gempa megathrust merupakan ancaman nyata bagi wilayah mana pun, termasuk Indonesia.

Daryono menjelaskan bahwa potensi tsunami yang muncul akibat adanya kekuatan deformasi gempa tektonik yang membuat kolom air laut berubah dan terjadi pergerakan. “Jadi, tsunami itu bukan gelombang laut, massa air yang berpindah dan bergerak, itulah tsunami. Semakin jauh, tentu saja energinya semakin melemah,” tuturnya.

Kendati demikian, Daryono memastikan bahwa pihaknya akan terus memonitor dampak tsunami yang berpotensi menerjang wilayah Indonesia. “Kita harus mewaspadai faktor lokal seperti teluk sempit berpotensi amplifikasi gelombang tsunami dan terjadi peningkatan ketinggian bisa jadi lebih dari 50 cm,” tutur dia.

Gempa dan tsunami dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam.

BACA JUGA:  213.320 Kuota, Jemaah Calhaj Reguler Terpenuhi

Kemlu dan BMKG terus berkoordinasi untuk memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan Kemlu terkait gempa dan tsunami. Dengan demikian, kita dapat tetap aman dan selamat dalam menghadapi bencana alam.

Kemlu dan BMKG berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami.

Dalam menghadapi bencana alam, penting bagi kita untuk selalu waspada dan siap. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB