Dalam sambutan bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan disampaikan bahwa Desa Habeahan memiliki potensi agribisnis yang besar, namun masih menghadapi tantangan ketersediaan air, khususnya pada musim kemarau.
Pembangunan embung ini diharapkan menjadi solusi strategis sebagai tabungan air, sekaligus berfungsi sebagai pengendali limpasan air pada musim hujan untuk mengurangi risiko banjir.
Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPPM-USU dan Tim Pengabdian Universitas Sumatera Utara yang terlibat langsung, yakni Prof. Abdul Rauf selaku Ketua Tim Pengabdian, Prof. Rachmawaty, Dr. Bejo Slamet, Dr. Yusak Tanuwidjaja, serta Nur Ullina Sebayang, SP., M.Agr, sebagai anggota tim.
Menurut Bupati, kehadiran para akademisi di tengah masyarakat merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi harus membumi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan embung sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah dan LPPM-USU memberikan dukungan dan pendampingan teknis, sementara masyarakat menjadi pemilik sekaligus penanggung jawab utama keberlanjutan embung yang dibangun.D|Red






