Lebih jauh, Bobby Nasution ingin KONI mulai memandang olahraga bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan sebagai sektor industri yang potensial. Ia optimistis bahwa jika dikelola secara profesional, olahraga di Sumatera Utara dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui sport tourism dan industri kreatif lainnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai merancang Program Pembinaan Intensif (PPI) 2026. Program ini didesain khusus sebagai langkah awal persiapan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
PPI 2026 ini nantinya akan mencakup serangkaian agenda krusial, mulai dari pemusatan latihan yang lebih disiplin, uji coba (try out), hingga pelaksanaan training camp. Program ini disusun secara sistematis agar para atlet tetap berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima di luar tahun kompetisi utama.
Secara teknis, program pembinaan ini akan melibatkan total 315 atlet unggulan yang terbagi dalam kategori perorangan dan beregu. Kekuatan ini akan didukung oleh 84 pelatih berpengalaman serta 52 personel tim pengawas dan pendamping yang akan bertugas memantau perkembangan setiap individu atlet secara berkala.
Jadwal pelaksanaan PPI 2026 direncanakan bergulir dalam tiga tahap utama, yakni pada bulan April, Juli, dan Oktober 2026. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, KONI Sumut optimis instruksi Gubernur untuk memperkuat integritas dan prestasi atlet dapat terwujud demi kejayaan olahraga Sumatera Utara. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







