Nantinya, sambung Anne, para pedagang Migor Curah di pasar tradisional di Purwakarta bakal di pasok langsung dari pabrik.
“Para pedagang tidak lagi mencari minyak goreng ke agen-agen tapi dari pabrik bakal menyuplai langsung ke pasar-pasar tradisional di Purwakarta. Jadi alur distribusinya seperti itu, pedagang di pasar tradisional ini di suplay bukan mencari ke agen-agen,” terang Anne.
Bupati menegaskan, jika ada yang mengganggu jalur distribusi, pihaknya bersama Polres Purwakarta bakal menindak tegas.
“Jika ada yang mengganggu dan menghalangi jalur distribusi tersebut, kami bersama pak Kapolres Purwakarta bakal menindak tegas,” tegasnya.
Kapolres Purwakarta, AKBP Suhardi Hery Haryanto mengungkapkan jika ditemukan harga minyak masih diatas HET, maka akan melakukan tindakan preventif sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Tindakan kita preventif terlebih dahulu agar migor itu dijual sesuai HET, tidak boleh diatas HET,” ujarnya.
Ia menegaskan sudah memerintahkan para Kapolsek melakukan monitoring stok dan penjualan minyak goreng di wilayah hukum Polsek masing-masing.
“Kami sudah perintahkan para Kapolsek dan babinkamtibmas memonitoring ke setiap pasar tradisional, warung ataupun agen-agen di wilayah masing-masing,” jelas Kapolres. (D/Jbr-75)