Pendangkalan, Pelabuhan Belawan Sepuluh Tahun Tanpa Pengerukan

Pendangkalan, Pelabuhan Belawan Sepuluh Tahun Tanpa Pengerukan
Anak-anak tampak mandi air asin rob yang bergerak memasuki pemukiman warga Belawan, pekan lalu. Foto:D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Perusahaan pengelola Pelabuhan Belawan jangan tinggal diam dengan kondisi memprihatinkan di sekitar kawasan Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) dan Belawan International Container Terminal (BICT).

Pendangkalan yang terjadi, akibat sedimentasi muara sungai dan pasir limbah diduga sisa reklamasi areal perluasan dermaga bisa berdampak fatal bagi pemukiman warga Belawan dan kendala bagi jalur kapal besar hilir-mudik di Pelabuhan Belawan, yang konon menyandang predikat pelabuhan bertaraf internasional.

Amelia Siska Lubis dari Komunitas Masyarakat Pesisir Sumatera Utara (Kompas) kepada Mediadelegasi, Senin (28/9), di Medan, Sumatera Utara, mengungkapkan, perluasan dan pembangunan dermaga dalam program mendongkrak pendapatan negara dari sektor maritim bisa jadi tinggal hayalan, ketika kapal raksasa enggan sandar gegara pendangkalan yang cukup berisiko bagi kapal.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pendangkalan kawasan pelabuhan ditambah lagi dengan proyek menyulap laut menjadi daratan untuk terminal baru yang kini menjadi buah bibir masyarakat itu, juga diyakini sebagai ‘biang kerok’ pemukiman warga Belawan belakangan ini menjadi langganan banjir rob. “Lebih jauh lagi, dampak rekayasa ekosistem laut memengaruhi penurunan pendapatan sekitar enam ribuan warga nelayan di Belawan,” ujar Amelia Siska.

Pelayanan Kapal

Pada bagian lain, Komisaris Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Irma Suryani Chaniago sebelumnya mengakui, pendangkalan, salah satu masalah yang dihadapi Pelabuhan Belawan saat ini. Hal itu berdampak kepada pelayanan bagi kapal-kapal yang masuk di Pelabuhan Belawan.

Baca Juga: Reklamasi Membawa Bencana, Penguasa Dermaga Jangan Tutup Mata

Dilansir samudranesia.id, Jumat (11/9/2020), Irma Suryani Chaniago, komisaris periode 2019-2024 itu mengakui, menyandang sebagai pelabuhan bertaraf internasional, pihak Pelindo I terus berupaya untuk meningkatkan pelayanannya.

“Pelabuhan Belawan memang pelabuhan internasional, oleh karena itu semua infrastruktur pelabuhan tersebut harus internasional. Saat ini kunjungan kapal di Belawan masih terkendala oleh pendangkalan sungai, maka menjadi penting bagi Belawan untuk selalu menjaga pendangkalan tersebut,” katanya.

Baca Juga: Reklamasi Bisa Bikin Belawan Tenggelam

Menurutnya, masalah pendangkalan memang dialami hampir di setiap pelabuhan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta K/L terkait lainnya untuk terus bersinergi dalam menghadapi masalah ini.

Pos terkait