Dengan mencantumkan Palestina sebagai negara, Inggris menegaskan pengakuannya di ruang publik dan dokumen resmi. Ini mengirimkan pesan kuat kepada komunitas internasional mengenai komitmen Inggris terhadap perdamaian dan penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Dalam pidato pengumumannya melalui video, Starmer menjelaskan tujuan di balik pengakuan negara Palestina ini. Ia menyatakan, “Menghadapi meningkatnya kengerian di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup.”
Langkah Inggris ini diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi upaya perdamaian global dan mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejak yang sama. Pengakuan ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi rakyat Palestina yang telah berjuang lama untuk mendapatkan hak penentuan nasib sendiri dan mendirikan negara berdaulat.
Meski demikian, pengakuan ini kemungkinan akan menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Namun, bagi pemerintah Inggris, ini adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas dan mempromosikan perdamaian di kawasan yang terus bergejolak.
Dengan perubahan peta yang jelas dan pengakuan diplomatik yang kuat, Inggris kini berada di garis depan dalam mendukung visi perdamaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.


