Pengelola Kampung Ulos Hutaraja Kurang Simpatik

Pengelola Kampung Ulos Hutaraja Kurang Simpatik
Kampung Ulos Huta Raja, Pangururan, Samosir. Foto: D|Ist

“Itu, dround kalian tadi yang mengitari kawasan ini,” tanyanya. Setelah dijawab iya, pria itu pun menyarankan agar salah satu dari rumbongan pengunjung menemui Bapak tua yang telah menunggu di salah satu warung pojok kiri Kampung Ulos.

Pertanyaan yang sama kembali muncul. “Dari mana kalian, apakah ada sepucuk surat dari Dinas Pariwisata sehingga kalian menerbangkan dround tadi,” tanya Bapak tua itu.

Setelah dijawab tidak ada ijin dari Dinas Pariwisata, tapi pengunjung itu menyebutkan, sebelumnya telah bertemu Bapak ini sambil menunjuk pria yang kerap mendatangi setiap pengunjung tadi.

Bacaan Lainnya

Pembahasan bertambah panjang, karena pria itu mengatakan kepada Bapak tua yang mengaku sebagai Ketua Pengelola Kampung Ulos, bahwa di awal tidak ada pembicaraan ijin diterbangkannya dround di kawasan itu.

Ujung-ujungnya, kembali ke masalah uang sumbangan ikhlas hati yang harus dirogoh dari saku dan menyerahkannya kepada oknum itu.

Sekadar untuk diketahui, Presiden Jokowi mengaku sangat bangga dan mengapresiasi program Kementerian PUPR dalam melakukan revitalisasi Kampung Ulos Hutaraja Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kawasan budaya tersebut terkenal sebagai pusat kerajinan tenun Ulos di Pulau Samosir yang selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Destinasi Pariwisata Super  Prioritas (DPSP) Danau Toba, di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Presiden Jokowi mengatakan dengan program penataan Kampung Hutaraja diharapkan konservasi budaya kerajinan kain Ulos di Samosir dapat direvitalisasi. D|Red

Pos terkait