Toba-Mediadelegasi: Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus meresmikan Geowisata Pantai Pasifik di Desa Patane IV, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba diresmikan, Kamis (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian Geowisata Pantai Pasifik Porsea ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP-TCUGGp) Azizul Kholis dan Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung.
Wakil Bupati Toba dalam kata sambutannya berharap keberadaan Geowisata Pantai Pasifik ini benar-benar menjadi salah satu spot wisata baru sekaligus menambah daya tarik bagi wisatawan berkunjung ke Kabupaten Toba.
“Diharapkan Geowisata Pantai Pasifik Porsea ini menjadi salah satu spot wisata baru yang dapat menarik wisatawan ke Kabupaten Toba,” kata Audi Murphy Sitorus.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, menurutnya, senantiasa siap mendukung berbagai program pengembangan pariwisata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung setiap kegiatan yang sifatnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pariwisata,” ujarnya seraya mengajak putra-putri asal Kabupaten Toba yang sukses di perantauan agar turut berkontribusi bagi percepatan pembangunan perekonomian di daerah itu.
Sementara, Ketua Umum KMDT Edison Manurung mengatakan, kehadiran Geowisata Pantai Pasifik Porsea merupakan salah bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan, serta memberikan edukasi kepada wisatawan tentang proses geologi yang membentuk lingkungan tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak berkolaborasi untuk menjadikan Geowisata Pantai Pasifik sebagai salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Toba.
“Untuk mewujudkan hal itu, tentunya perlu dikelola dengan baik dan benar agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar mantan Staf Khusus Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu.
KMDT sebagai salah satu organisasi independen, kata Edison, akan terus berkontribusi nyata terhadap upaya percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba, edukasi dan kampanye untuk meningkatkan wisatawan ke destinasi pariwisata super prioritas tersebut.
Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan optimis bahwa geowisata menjadi salah satu alat paling kuat untuk melindungi lingkungan dan merupakan alternatif solusi peningkatan atas pariwisata alam.
“Melalui geowisata, kita dapat mendorong inovasi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan nilai alam maupun budaya,” paparnya.
Pada kesempatan itu, General Manager BP-TCUGGp Azizul Kholis, mengatakan bahwa geowisata merupakan salah satu solusi bagaimana memanfaatkan kekayaan geologi seperti yang berada di kawasan Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba untuk kegiatan wisata.
Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama berbagai pihak sangat serius mengembangkan konsep geowisata selain 16 geosite yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di kawasan Danau Toba.
“Geowisata menjadi nafas pengembangan ekonomi berkelanjutan dalam geopark karena geowisata mampu menciptakan nilai ekonomi dari warisan bumi, mendorong pelestarian alam, serta memberdayakan masyarakat lokal melalui pariwisata berbasis alam,” tuturnya.
Di balik keindahannya yang membius mata, sebut Azizul, Geopark Kaldera Toba menyimpan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya.
Sejak ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 2020, kata dia, kawasan taman bumi ini diharapkan menjadi etalase dunia tentang bagaimana keindahan alam, kearifan lokal, dan ekonomi bisa bersanding dalam harmoni.
Acara peresmian objek Geowisata Pantai Pasifik turut diisi dengan kegiatan gotong royong bersih-bersih eceng gondok di sekitar pantai yang berlokasi di pinggiran Danau Toba tersebut. D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












