Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di perairan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan dunia. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mendesak Iran untuk segera membuka kembali jalur ini dan menghentikan program senjata nuklirnya demi keamanan dan stabilitas global. Foto: Ist.

Suasana di perairan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan dunia. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mendesak Iran untuk segera membuka kembali jalur ini dan menghentikan program senjata nuklirnya demi keamanan dan stabilitas global. Foto: Ist.

Berlin-Mediadelegasi: Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, secara tegas mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan program senjata nuklirnya. Permintaan keras ini disampaikannya langsung dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

“Saya menekankan bahwa Jerman mendukung solusi yang dicapai melalui negosiasi,” tulis Wadephul dalam unggahannya di media sosial X, Rabu (3/5) waktu setempat.

Lebih lanjut, Wadephul menegaskan posisi negaranya yang selaras dengan Amerika Serikat. “Sebagai sekutu dekat AS, kami memiliki tujuan yang sama: Iran harus sepenuhnya dan secara terverifikasi melepaskan senjata nuklir serta segera membuka Selat Hormuz,” ujarnya, sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5/2026).

Permintaan ini sejalan dengan tuntutan yang juga disuarakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Hal ini menunjukkan adanya kesepahaman dan kesatuan sikap antara kedua sekutu tersebut terhadap perilaku Teheran.

Namun di sisi lain, hubungan antara Berlin dan Washington saat ini sedang berada dalam titik yang cukup memanas. Dalam beberapa hari terakhir, Wadephul dan pejabat Jerman lainnya berusaha keras meredakan ketegangan yang muncul antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati 120 Dolar

Ketegangan ini bermula ketika Merz pada 27 April lalu menyebut bahwa Iran telah “mempermalukan” Washington di meja perundingan. Komentar tersebut memicu reaksi keras dan kemarahan dari pihak Amerika Serikat.

Sebagai bentuk tanggapan, AS mengumumkan akan memindahkan sekitar 5.000 personel militernya yang selama ini ditempatkan di pangkalan-pangkalan di Jerman. Langkah ini dianggap sebagai sinyal ketidakpuasan yang serius terhadap sekutunya sendiri.

Tidak hanya itu, Trump juga mengumumkan kenaikan tarif bea masuk untuk mobil dan truk yang berasal dari Uni Eropa. Tarif yang sebelumnya sebesar 15 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen dalam waktu beberapa hari ke depan.

Trump menuduh bahwa seluruh blok Uni Eropa gagal mematuhi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani pada musim panas lalu, meskipun perjanjian tersebut masih dalam proses pengesahan legislatif di negara-negara anggota.

BACA JUGA:  Israel Mendesak AS Lanjutkan Perang Melawan Iran

Kebijakan tarif baru ini diprediksi akan memberikan dampak yang sangat berat bagi industri otomotif Jerman yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Sementara itu, upaya untuk mengakhiri konflik antara blok AS-Israel dengan Iran tampaknya belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak gencatan senjata diberlakukan awal April. Justru kekhawatiran akan terjadinya eskalasi kembali semakin meningkat.

Trump sendiri menyatakan akan meninjau usulan damai baru dari Iran, namun ia meragukan rencana tersebut bisa diterima. Menurutnya, Iran “belum membayar harga yang cukup mahal”. Sementara itu, Garda Revolusi Iran memberikan sinyal keras bahwa AS hanya memiliki dua pilihan: menghadapi operasi militer yang mustahil dimenangkan atau menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan bagi mereka. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti
Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia
Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:13 WIB

Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno

Berita Terbaru

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG.(Foto:Ist)

Jakarta

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG

Kamis, 20 Agu 2026 - 16:07 WIB

3 Hari Pencarian Bocah Hanyut di Bah Sosopan Ditemukan. (Foto:Ist)

Kota Pematangsiantar

3 Hari Pencarian Bocah Hanyut di Bah Sosopan Ditemukan

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:58 WIB

Bupati dan Kapolres Humbahas Tanam Bawang Putih Serentak. (Foto:Ist)

Kabupaten Humbang Hasundutan

Bupati dan Kapolres Humbahas Tanam Bawang Putih Serentak

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:35 WIB