Medan-Mediadelegasi: Tim Polda Sumatera Utara (Sumut) mengamankan tiga tersangka pada kasus dugaan penipuan dengan modus calo penerimaan calon siswa (casis) Bintara Polri.
Tiga pelaku yang diamankan itu, masing-masing berinisial FBH (52) yang merupakan pensiunan Polri, SR (38) dan dan RHB (33).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterangan diterima Mediadelegasi Medan, para pelaku sudah ditahan di Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.
Ketiganya ditangkap lantaran melakukan dugaan penipuan Rp 1,4 miliar dengan modus menjanjikan kelulusan calon siswa (Casis) Bintara Polri via bimbingan belajar.
Menurut Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudhi, pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial tentang adanya praktik penipuan modus penerimaan calon siswa bintara Polri.
“Dari laporan itu Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto langsung memerintahkan Tim Irwasda dan Dit Reskrimum Polda Sumut untuk melakukan penyelidikan,” katanya, didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, di Mapolda Sumut, Medan, Selasa (10/6).
Berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya mengamankan tiga orang pelaku tindak pidana penipuan dengan modus penerimaan anggota bintara Polri tersebut.
“Dalam kasus penipuan ini salah satu dari ketiga pelaku yang diamankan merupakan pensiunan Polri dan pernah bertugas di Mapolda Sumut. Dari kasus penipuan ini, pelaku meraup keuntungan sebesar Rp1,4 miliar,” ujar dia.
Salah seorang pelaku yakni FBH diketahui memiliki bimbingan belajar yang menawarkan program persiapan khusus untuk menghadapi seleksi masuk TNI, Polri, dan ASN.
Nanang menambahkan, pihaknya sejauh ini belum dapat merinci total korban dari kasus penipuan ini.
Sebab, baru ada 5 korban yang melapor dengan total kerugian Rp 1,4 miliar.
Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Purba, menambahkan dalam kasus ini terdapat 5 laporan polisi (LP) salah satunya LP dari korban Nurlina dengan kerugian sebesar Rp430 juta.
“Dalam kegiatannya pelaku utama hanya sekali saja bertemu dengan korban. Sehingga transaksi yang terjadi langsung dilakukan kepada admin dan istri turut diamankan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, bimbel itu telah berdiri sejak tahun 2015 sampai 2024. Dalam kasus ini, korban yakin karena pelaku utama merupakan mantan anggota polisi dan bimbel tersebut juga merupakan milik pelaku utama.
“Motif kasus ini adalah, tersangka ingin mendapatkan keuntungan dengan cara penipuan masuk anggota Polri. Sedangkan modusnya menjanjikan bisa masuk anggota polri setelah wajib masuk bimbel milik tersangka,” paparnya. D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












