11 Kepala Daerah Tertangkap KPK, Wamendagri: Korupsi Penyakit Karakter, Obatnya Pendidikan Antikorupsi

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

11 kepala daerah telah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan beragam kasus dan modus operandi. Foto: Ist.

11 kepala daerah telah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan beragam kasus dan modus operandi. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus buka suara menanggapi maraknya kasus korupsi yang menjerat para pemimpin daerah. Ia menyoroti fakta bahwa sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sebanyak 11 kepala daerah telah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan beragam kasus dan modus operandi.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamendagri saat menjadi pembicara utama dalam acara Peluncuran Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang digelar di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026). Menurutnya, angka 11 kepala daerah yang tertangkap tangan ini bukanlah jumlah yang sedikit, melainkan sebuah “alarm keras” bagi seluruh elemen bangsa.

“Bahwa sepanjang 2025–2026 kita mencatat ada 11 operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah dengan berbagai macam kasus dan modus operandi yang dilakukan. Dan ini adalah alarm keras ya, bagi kita semua agar segera sadar dan bertindak,” tegas Akhmad Wiyagus di hadapan para undangan dan awak media yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, fenomena penangkapan kepala daerah secara berturut-turut ini menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum semata. Jeruji penjara memang perlu bagi pelaku, namun tidak cukup untuk menyembuhkan akar masalah yang mendasarinya.

BACA JUGA:  ADK OJK 2026 Resmi Dilantik Di Mahkamah Agung

Menurut pandangan Wiyagus, korupsi sejatinya bukan sekadar pelanggaran administratif atau ekonomi, melainkan sebuah penyakit karakter yang tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang. Oleh karena itu, cara mengatasinya pun harus menyesuaikan dengan sumber masalah tersebut, yakni perbaikan karakter dan mentalitas.

“Korupsi adalah penyakit karakter dan obatnya bukan hanya jeruji besi atau penegakan hukum semata. Penindakan itu penting, tapi harus dibarengi dengan langkah-langkah preventif, dan salah satu yang paling utama serta paling efektif adalah pendidikan antikorupsi ini,” jelasnya panjang lebar.

Ia menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama setara dengan upaya penindakan. Jika penindakan bertujuan memutus kejahatan yang sudah terjadi, maka pendidikan bertujuan agar niat jahat atau keinginan berbuat curang itu tidak tumbuh sejak awal dalam diri setiap warga negara, khususnya pemimpin masa depan.

Wiyagus pun secara tegas mendukung penuh penerapan pendidikan antikorupsi yang dimulai sejak usia dini. Ia percaya bahwa penanaman nilai-nilai luhur tidak akan efektif jika baru diajarkan saat seseorang sudah dewasa atau sudah menduduki jabatan publik.

“Kita harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan rasa malu berbuat curang sejak usia dini. Khususnya sejak masa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar, karena di usia inilah fondasi karakter seseorang itu mulai dibentuk dan terbentuk secara kokoh,” ujarnya.

BACA JUGA:  KPK Tegaskan: Uang dari Ustaz Khalid Basalamah Jadi Bukti Korupsi Kuota Haji, Bukan untuk Jemaah

Jika karakter bersih dan jujur sudah tertanam kuat sejak kecil, Wiyagus meyakini hal itu akan menjadi benteng pertahanan yang kuat saat mereka tumbuh dewasa, berkarir, hingga kelak memegang amanah publik. Hal ini diharapkan bisa memutus mata rantai korupsi yang kini masih menjangkiti para pemimpin daerah.

Lebih jauh, ia mengapresiasi peluncuran bahan ajar pendidikan antikorupsi tersebut sebagai langkah konkret dan strategis. Ia berharap materi ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan di sekolah-sekolah, hingga masuk ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas.

Di akhir pernyataannya, Wiyagus kembali mengingatkan bahwa tanggung jawab menciptakan birokrasi bersih bukan hanya milik pemerintah atau KPK saja, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui pendidikan, ia optimis jumlah pemimpin daerah yang terjerat kasus korupsi bisa ditekan hingga nol persen di masa mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Tax Amnesty Lagi, Larang Pemeriksaan Ulang Peserta PPS
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Berlaku 10–13 Mei 2026
Daftar Lengkap Uang Rupiah Lama Dicabut: Batas Penukaran Hingga 2035, Ini Aturannya
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Judol di Jakarta Barat, 321 WNA dari 7 Negara Ditangkap
Prabowo Cairkan Suasana di Miangas: Ajak Jenderal TNI Nyanyi dan Joget Bareng Warga
Brigpol Arya Gugur Ditembak Curanmor, Saksi: Saat Itu Lokasi Masih Sepi dan Belum Banyak Orang
Duka Mendalam Penjemputan Jenazah Brigpol Arya, Istri Histeris Minta Pelaku Penembakan Dihukum Berat
Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Papua: 37 Kendaraan Hangus, Fasilitas Rusak Akibat Kekecewaan Suporter

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 12:38 WIB

11 Kepala Daerah Tertangkap KPK, Wamendagri: Korupsi Penyakit Karakter, Obatnya Pendidikan Antikorupsi

Senin, 11 Mei 2026 - 12:02 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Tax Amnesty Lagi, Larang Pemeriksaan Ulang Peserta PPS

Senin, 11 Mei 2026 - 11:49 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter, Berlaku 10–13 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 11:05 WIB

Daftar Lengkap Uang Rupiah Lama Dicabut: Batas Penukaran Hingga 2035, Ini Aturannya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:48 WIB

Prabowo Cairkan Suasana di Miangas: Ajak Jenderal TNI Nyanyi dan Joget Bareng Warga

Berita Terbaru