Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi

Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Jacob Ereste. Foto: dok

Tentu saja sejarah yang meliputi situasi dan kondisi yang terjadi dan menjadi latar belakang lahirnya dokumen kesepakatan bersama ini sangat menarik dan perlu dipahami sebelumnya, untuk memahami kesepakatan yang luar biasa  dari Dokumen Abu Dhabi ini untuk dunia agar dapat semakin terasa harmoni dan damai.

Meskipun dalam dokumen lain dapat juga diketahui bahwa relasi dan kerjasama antara Vatikan dan Al-Azhar sudah ada sejak tahun 1998, seperti yang ditanda tangani dalam bentuk Kerja sama Antaragama Monoteistik yang permanen pada 28 Mei 1998 di Vatikan.

Dalam wejangannya, Paus Yohanes Paulus II, 29 Mei 1998 di Istana Kepausan Vatikan, menyatakan dukungan Gereja Katolik se dunia  terhadap inisiatif kerja sama ini. Bahkan juga menekankan pentingnya kerja sama antarumat beragama untuk menumbuh kembangkan relasi persahabatan — persaudaraan — antara umat Katolik dan umat Islam yang sudah menjadi kesepakatan bersama ini.

Dasar-dasar kerohanian inilah yang harus senantiasa ditonjolkan untuk menjalin relasi yang lebih rukun dan damai di dunia ini. Untuk itu, pertemuan rutin dua tahunan akan terus dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan yang perlu dijaga bersama.

Krisis relasi seperti diungkap oleh Markus Solo Kewuta SVD (hal 11), situasi memanas bahkan berdarah di berbagai tempat di dunia, bermula pada 12 September  2006, setahun setelah pengangkatan Paus Benediktus XVI, ketika memberi kuliah umum di Regensburg, Jerman. Ia mengutip sebuh buku yang menyinggung perasaan umat Islam. Akibatnya, 138 Alim Ulama Islam sejagat menulis surat berjudul “A Common Word” kepada Paus Benediktus XVI. Hingga kemudian melahirkan Forum Katolik-Muslim (Katolik-Muslim Forum atau KMF) yang bertemu pertama kali pada 4-6 November 2008 di Vatikan. Forum ini bertugas membahas surat terbuka Alim Ulama Islam sejagat itu, hingga berhasil memulihkan relasi yang baik dan harmoni dalam sudah pertama Forum Katolik-Muslim di Vatikan dan pada forum kedua di tepi Sungai Yordan, Yordania pada Oktober 2011.

Langkah-langkah Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI   telah membuka kalan bagi Paus Paulus  II untuk memulai dialog lintas agama yang lebih dinamis dan dengan daya jangkau yang lebih luas. Era keterbukaan ikut mendorong Paus Paulus II menyelenggarakan Hari Doa Sedunia Untuk Perdamaian di Assisi pada 27 Oktober 1986. Momen bersejarah ini erat kaitannya dengan ziarah perdamaian.

Pos terkait