Dalam versi M. Quraesh Shihab, Dokumen Abu Dhabi didahului oleh Konferensi Internasional tentang Persaudaraan Kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Majlis Hukama Al-Muslimin (Council of Muslim Elders) yang diketuai Imam Besar Al-Azhar yang beranggota ulama dan cendekiawan dati berbagai negara. Acara Konferensi dihadiri oleh berbagai tokoh dari berbagai agama dari berbagai negara untuk menemukan cara terbaik yang efektif guna mengukuhkan pergaulan dan persaudaraan internasional.
Penjelasan singkat dan tanggapan Dokumen Abu Dhabi yang diterbitkan oleh Obor dan disebarkan secara meluas oleh Konferensi Waligereja Indonesia ini mendapat sambutan dari para tokoh agama di Indonesia. Diantaranya adalah Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP. Muhammadiyah, M. Quraish Shihab, Cendekiawan Muslim dan Mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII,
Imam Pituduh, Wakil Sekreraris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pdt. Gomar Gultom, Ketua Umum Persrkutuan Gereja-gereja di Indonesia, Julianus Mojau, Dosen Fakultas Teologi Universitas Halmahera, Markus Solo SVD, Staf Dewan Kepausan Untuk Dialog Antarunat Beragama desk Iskam di Asia Pasifik, juga Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate untuk Pendidikan Perdamaian di Tahta Suci Vatikan, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Bhikkhu Dhammasubho Mahatera yang juga dikenal sebagai budayawan Jawa, Engkus Ruswana Ketua Presidium I Majelis Luhur Kepercayaan Tehadap Tuhan YME Indonesia, dan Ketua Umum Organisasi Penghayat Kepercayaan “Budi Daya”, dan MGR. Y. Harun Yuwono, Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Lampung yang juga menjabat Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Komisi Hak) KWI serta XS. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Umum Dewan Kerohaniawan/Pimpinan Pusat Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia.
Program ziarah spiritual dan pertemuan persaudaraan antarumat beragama se dunia yang akan dilaksanakan di Indonesia — Jakarta, Yogyakarta dan Bali — sudah mendapat sambutan dari berbagai pemangku kepentingan seperti yang digagas GMRI dengan motor penggerak utamanya Sri Eko Sriyanto Galgendu. Dari acara ziarah dan pertemuan antarumat beragama ini diharap memberi nilai tambah dalam animo wisatawan dunia ke Indonesia yang memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi hingga mampu menuntun umat beragama mendekatkan diri kepada Tuhan.
Penulis | Jacob Ereste, Wartawan Senior tinggal di Banten