Lebih lanjut anggota Komisi D DPRD Sumut menjelaskan bahwapihaknya melalui rapat dengar pendapat baru-baru ini telah mendapat penjelasan bahwa progres proyek infrastruktur jalan tersebut sudah mencapai sekitar 22 persen, atau masih di bawah target prosentase yang ditetapkan sebesar 33 persen sebelum akhir Desember 2022.
Informasi seputar progres proyek fisik jalan tersebut dipaparkan oleh pihak PT. Waskita Karya bersama dua perusahaan kontraktor yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) PT.Sumber Mitra Jaya (SMJ) serta PT.Pijar Utama dan Dinas BMBK Sumut.
“Saya juga baru-baru ini turun langsung ke lapangan untuk meninjau kinerja pengerjaan jalan di beberapa titik di Pematang Siantar dan Simalungun,” ucapnya sembari menyebutkan pengerjaan perbaikan jalan di wilayah tersebut berjalan lancar.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kata Bendahara Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumut ini, secara umum tahapan pengerjaan proyek fisik di wilayah dapilnya itu masih mengacu kepada agenda pekerjaan yang telah disusun mulai dari usulan, proses lelang, hingga pelaksanaan pekerjaan.
Seperti diinformasikan, proyek pembangunan infrastruktur multiyears tahun 2022-2023 tersebut direncanakan menghabiskan total anggaran sekitar Rp2,7 triliun dengan cakupan pengerjaan perbaikan jalan provinsi sepanjang 450 kilometer, 389,2 meter jembatan (29 unit) serta 71.000 meter drainase. D|Red-04