Ratusan Warga Silakkidir Blokir Jalan, Tolak Pengukuran Tanah Perkampungan

- Penulis

Sabtu, 27 November 2021 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga blokir jalan di Dusun Panombean Dua, Nagori Silakkidir, Kecamatan Hutabayuraja Kabupaten Simalungun, karena menolak pengukuran tanah .(ist)

Ratusan warga blokir jalan di Dusun Panombean Dua, Nagori Silakkidir, Kecamatan Hutabayuraja Kabupaten Simalungun, karena menolak pengukuran tanah .(ist)

Simalungun-Mediadelegasi: Ratusan warga blokir jalan di Dusun Panombean Dua, Nagori Silakkidir, Kecamatan Hutabayuraja Kabupaten Simalungun, karena menolak pengukuran tanah (konstatering), yang akan dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Simalungun bersama PN Simalungun.

Pantauan Delegasi, Jumat (26/11) ratusan warga Panombean Dua memblokir jalan menuju perkampungan mereka, dengan menimbun batu setinggi satu meter dan memasang spanduk yang bertuliskan ‘ Warga Panombean Dua Menolak Pengukuran Tanah Perkampungan (konstatering)’. Warga juga menaikkan bendera merah putih sebagai bentuk penolakan mulai pukul 07.00 WIB.

Sejumlah tokoh warga di antaranya Albiker Sidabutar, Binaris Sidabutar, Guntur Ambarita dan Evan Sinaga selaku juru bicara mengatakan Dusun Panombean Dua, sudah ditempati turun temurun sejak tahun 1948 silam.

“Artinya tiga tahun sesudah merdeka tanah ini sudah ditempati. Itulah salah satu alasan kami menolak pengukuran yang akan dilaksanakan. Kami bingung kenapa tiba-tiba ada pengukuran padahal kami tidak pernah berseteru, atau berperkara dengan siapapun,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkab Simalungun Gelar Kegiatan Restocking di Danau Toba

Menurut Albiker, semua warga Dusun Panombean Dua belum pernah dipanggil ke pengadilan. Namun anehnya dalam berita acara sudah ada warga yang dipanggil. Padahal yang dipanggil untuk persidangan sudah meninggal.

“Bagaimana mau datang kalau sudah meninggal, yang pertama dipanggil Konstan Butarbutar sudah meninggal, dipanggil lagi istrinya selaku ahli waris tapi juga sudah meninggal. Jadi kami keberatan, apapun yang terjadi kami akan tetap menolak;” kata dia tegas.

Menurut para juru bicara warga itu, permasalahan itu berawal dari munculnya gugatan yang dilayangkan Anggiat Nadapdap atas kepemilikan tanah itu. Sementara keterangan warga, mereka sudah ada surat dari Tuan Duduk Sinaga selaku pemilik tanah yang menyatakan dusun tersebut, diserahkan ke warga dan boleh ditempati tetapi tidak boleh dijual.

Namun akhir-akhir ini muncul gugatan yang dilayangkan Anggiat Nadapdap, yang menurut warga tidak ada hubungan dengan Tuan Duduk Sinaga.

BACA JUGA:  Banyak Wisatawan Kelelahan Melalui Jalan Rusak Menuju Danau Toba

Sementara itu anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga saat dimintai keterangan di lokasi mengatakan, selaku perpanjangan tangan dari masyarakat dirinya harus ikut membantu permasalahan yang ada di nagori itu.

“Pastinya yang kita ketahui, yang menjadi raja di Tanahjawa itu adalah marga Sinaga bukan Nadapdap. Secara undang-undang pun masyarakat Panombean Dua ini, sudah jelas tinggal di sini minimal 25 tahun dan mereka selama ini sudah menguasai ini.

“Kita akan mencari solusi agar Panombean Dua benar-benar menjadi kampung yang dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas dari PN Simalungun Eduart Siringoringo dan Jonny Sidabutar SH, didampingi Pangulu Silakkidir Saut Sirait SH serta Babhinsa, hadir pada pukul 15.10 WIB ke lokasi. Dan mengatakan pelaksanaan pengukuran ditunda, karena ratusan warga masyarakat melakukan penolakan untuk diukur.(D|Red-5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 
Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali
Pelabuhan Tigaras Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang ke Samosir
Natal Berdarah di Simalungun, Empat Orang Ditembak
Jelang Nataru, Pemkab Simalungun Ajak Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB

Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:34 WIB

Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:33 WIB

Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali

Berita Terbaru