Medan-Mediadelegasi: Lapangan Merdeka, ikon Kota Medan yang baru saja direvitalisasi, kini menuai keluhan dari warga. Setelah dibuka kembali untuk umum pada Februari 2025, lapangan yang diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif ini justru dikeluhkan karena minimnya fasilitas, terutama toilet dan trek jogging yang belum rampung.
Seorang warga Medan, Febri, mengungkapkan kekecewaannya terkait sulitnya menemukan toilet di Lapangan Merdeka setelah revitalisasi. “Semenjak setelah direnovasi menurut saya yang susah itu nyari toilet. Saya tanya sama orang-orang sekitar juga pada enggak tahu,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu (14/12/2025).
Febri, yang hampir setiap minggu mengunjungi Lapangan Merdeka bersama keluarganya untuk berolahraga pagi, merasa bingung dengan desain lapangan yang baru. Ia menilai, banyak spot yang seharusnya bisa diakses, justru tidak bisa dimasuki.
“Mungkin karena masih belum rampung total, tapi karena sudah dibuka untuk umum, kesannya jadi terbengkalai,” tambahnya dengan nada prihatin.
Febri berharap Pemerintah Kota Medan dapat segera merampungkan pembangunan Lapangan Merdeka secara keseluruhan. Ia juga secara khusus meminta agar penggunaan toilet di lapangan tersebut dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
“Kalau bisa segera diselesaikan lah, jangan berlarut-larut pengerjaannya. Apalagi dibiarkan. Dan yang paling penting itu toilet, karena kalau Hari Minggu di sini banyak orang datang,” tutupnya dengan harapan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Rio, warga Medan lainnya yang sering berolahraga di Lapangan Merdeka. Rio menyoroti kondisi trek lari di bagian dalam lapangan yang tak kunjung diperbaiki, sehingga menyulitkan warga yang ingin jogging.
“Trek yang di dalam itu karpetnya rusak, tapi sampai sekarang belum siap-siap diperbaiki. Cuma dikasih garis pembatas. Sementara kalau jogging di trotoar luar, isinya pedagang semua, enggak bisa jogging,” keluhnya.






