Menurut Prof Yoel, saat ini bayinya masih diobservasi, belum diketahui hasil diagnosisnya. Haykal akan menjalani transfusi darah karena Hb-nya rendah.
Bie Bie didampingi President Rotary Club Medan Deli Alfian Salim dan Rtn Fenti kepada wartawan mengaku, pertolongan yang mereka lakukan sebagai wujud peduli kemanusiaan tanpa memandang suku, agama dan kelompok.
“Kita berterima-kasih kepada para donatur yang turut membantu biaya perobatan bayi ini. Kita juga berterima-kasih kepada tim medis. Kita semua berharap anak ini bisa sehat,” harap Kencana Salim.
Sementara itu, satu bayi lagi yang dibanti adalah Melandri Franseska Siahaan (9), putri semata wayang pasangan Anwar Kus Siahaan (43) dan Berliana br Hutauruk warga Huta lll Simangonai, Kecamatan Hutabyo Raja, Kabupaten Simalungun.
Anwar Siahaan menjelaskan, awalnya anaknya demam, habis makan langsung muntah dan selama tiga hari tidak bisa buang air besar. Kemudian, anaknya dibawa ke tukang pijat dan bidan kampung. Selanjutnya dirujuk ke RS Vita Insani, di Pematangsiantar karena kondisinya tidak ada kemajuan.
Siswa kelas empat SD ini dua kali di USG dan sekali dironsen. Hasilnya usus terlipat dan harus segera dioperasi. Melihat Hb nya rendah, terpaksa ditransfusi, namun setelah tiga kantong darah Melandri mengalami BAB darah sehingga transfusi dihentikan. Melandri harus namun di rumah sakit itu tak ada dokter bedah anak sehingga dia dirujuk ke rumah sakit swasta di Medan
Di RS swasta tersebut, Melandri di USG, ternyata juga usus terlipat dan harus segera dioperasi, namun di rumah sakit itu juga tidak ada dokter bedah anak.