“Satu hari menjelang Imlek, banyak orang Tionghoa mengunjungi makam leluhur,” ucap Alex yang juga anggota Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Medan.
Sedangkan, pada saat malam Tahun Baru Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa melakukan makan malam besar yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarga.
Satu hal yang terpenting, pesan Alex, perayaan Imlek pada tahun 2023 ini diharapkan bukan hanya sebuah perayaan dan mengulang tradisi saja, tetapi dapat membawa keberkahan bagi siapa saja yang merayakanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Erika Rosdiana Panjaitan yang juga tampil sebagai narasumber dalam dialog interaktif itu, mengajak segenap pihak menjadikan Tahun Baru Imlek 2023 sebagai momentum meningkatkan semangat untuk memupuk nilai-nilai kebinekaan lewat kebersamaan.
Semangat kebhinekaan, kata Erika, diharapkan dapat menjadi stimulus dalam membangun kembali kehidupan dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19 yang berdampak pada sendi-sendi kehidupan masyarakat.
“Penghormatan terhadap nilai-nilai keberagaman lewat upaya meningkatkan kebersamaan perlu terus diupayakan,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut dia, bangsa Indonesia akan selalu bisa bersama-sama mewujudkan dan menata kehidupan yang lebih bermanfaat.
Ia menilai, tradisi Imlek yang diadopsi dari budaya Tiongkok telah memperkaya khazanah budaya Indonesia dan menjadi bagian dari kebhinnekaan bangsa Indonesia.
“Inilah salah satu wujud nyata dari pengamalan Pancasila di tengah masyarakat Indonesia,” sebut Erika. D|Red-04