“Untuk panitia pelaksana atau penguji, dari internal pemerintahan ada dua orang. Yakni, Pak Sekda sama Kepala BKPSDM. Semntara dari kalangan profesional, kami melibatkan akademisi dari Unpad,” terangnya.
Sementara, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, pihaknya sengaja meminta supaya ujian tersebut dibuat terbuka, untuk memastikan transparansi proses ujian tersebut.
“Kami ingin memastikan secara langsung seperti apa kualitas para peserta yang akan bersaing untuk merebutkan dua jabatan ini,” ujarnya.
“Kami nonton bareng proses ujiannya di sebuah layar. Kalau ujiannya, tetap dilakukan di satu ruang tertutup. Sedangkan, kami dengan pejabat pemerintahan lainnya, nonton bareng di ruang lainnya melalui siaran langsung,” tambahnya.
Tujuan lainnya, lanjut Ane, ingin melihat langsung tes tersebut, mendengar komitmen dari masing-masing peserta jika salah satu dari mereka menduduki jabatan yang kosong ini.
“Sebagai calon pejabat tinggi, mereka harus benar-benar mumpuni di bidangnya. Kita ingin cari yang terbaik dari yang terbaik di bidangnya,” jelas Bupati. D |Jbr-Par