Medan-Mediadelegasi: Pantai Tinggian di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mendadak menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena kemunculan si buaya tinggian yang berukuran cukup besar yang membuat resah warga sekitar. Kehadiran reptil predator ini memicu kekhawatiran, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari laut dan para pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai.
Awal Mula Teror Si Buaya Tinggian
Kisah tentang “Si Buaya Tinggian” ini bermula dari serangkaian unggahan di media sosial. Akun-akun lokal seperti Kabar Tomohon dan berbagai komunitas media sosial Sulawesi Utara ramai membagikan informasi tentang penampakan buaya di perairan sekitar pantai. Dalam unggahan tersebut, warga saling mengingatkan untuk berhati-hati dan waspada terhadap kemunculan buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 4 meter.
Kabar tentang “Si Buaya Tinggian” ini pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, menambah rasa cemas di kalangan masyarakat. Apalagi, beredar pula cerita bahwa buaya tersebut sempat dipanah oleh warga, namun berhasil melarikan diri dengan anak panah yang masih menancap di tubuhnya. Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh buaya tersebut.
Setelah beberapa hari menghantui warga, “Si Buaya Tinggian” akhirnya berhasil ditangkap oleh para nelayan setempat pada Minggu (22/2/2026). Proses penangkapan dilakukan dengan menggunakan tali dan peralatan sederhana, menunjukkan keberanian dan keahlian para nelayan dalam menghadapi tantangan di laut.
Menurut laporan dari media lokal, buaya tersebut memang sudah sering terlihat di kawasan pantai dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para pengunjung. Oleh karena itu, para nelayan berinisiatif untuk melakukan penangkapan demi menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tiga-pejabat-jadi-tersangka-korupsi-pnbp/
Setelah berhasil diamankan, “Si Buaya Tinggian” kemudian dievakuasi menggunakan perahu dan dipindahkan dari lokasi penangkapan. Momen-momen dramatis saat proses evakuasi ini pun berhasil diabadikan dalam bentuk video dan foto yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.
Dalam video yang beredar, terlihat buaya dalam kondisi terikat dan dikelilingi oleh warga yang menyaksikan proses evakuasi dengan rasa penasaran dan lega. Keberhasilan para nelayan dalam menangkap “Si Buaya Tinggian” ini pun disambut dengan sukacita oleh masyarakat sekitar.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar perairan yang menjadi habitat hewan liar seperti buaya. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pihak-pihak terkait diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini dan melakukan upaya mitigasi yang lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara-cara aman beraktivitas di sekitar perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








[…] HARI INI Kreativitas Terlindungi: Sosialisasi KI Dorong Ekonomi Desa Si Buaya Tinggian: Reptil 4 Meter Berakhir di Tangan Nelayan Tiga Pejabat Jadi Tersangka Korupsi PNBP Komisi Informasi (KI) Sumut Serahkan Laporan Kinerja 2025 […]