Soal Blok Medan, Bobby Persilakan Edy Rahmayadi Ajukan Aduan

Kamis, 7 November 2024 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana debat publik kedua antara pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala dan Bobby Nasution-Surya, di Hotel Santika Medan, Rabu (6/11)  malam. Foto: AT

Suasana debat publik kedua antara pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala dan Bobby Nasution-Surya, di Hotel Santika Medan, Rabu (6/11) malam. Foto: AT

Medan-Mediadelegasi:  Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1 Bobby Afif Nasution mempersilakan Cagub Sumut nomor urut 2 Edy Rahmayadi mengajukan pengaduan ke lembaga penegak hukum, terkait istilah ‘Blok Medan’.

“Kalau soal   blok Medan,  laporkan saja Pak ke lembaga penegak hukum, ” kata Bobby menanggapi pernyataan Edy Rahmayadi dalam acara debat publik kedua Calon Gubernur Sumut di  Medan, Rabu (6/11).

Meski soal blok Medan sama sekali tidak termasuk dalam materi debat, tetapi Edy Rahmayadi dalam sesi tanya jawab antar sesama paslon sempat  beberapa kali menyinggung  istilah blok Medan.

Begitu pun, Bobby berusaha memberi jawaban singkat mengenai perkara dalam sidang dugaan kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (AGK) tersebut.

Ia menganggap tidak etis mengomentari lebih jauh mengenai istilah Blok Medan yang muncul di forum debat publik dalam rangka tahapan Pilkada Sumut 2024 itu.

Untuk diketahui, nama Bobby Nasution disebut dalam sidang dugaan kasus suap   yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Negeri Ternate pada Agustus 2024 lalu.

Dalam sidang, muncul istilah ‘Blok Medan’ yang kerap digunakan Abdul Ghani Kasuba ketika mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Maluku Utara. ‘Blok Medan’ merupakan istilah yang merujuk pada Bobby Nasution.

BACA JUGA:  Gereja di Medan Ramai Pada Malam Natal 2024

Abdul Gani ketika menjalani pemeriksaan di Pengadilan  Negeri Ternate menyebutkan ada istilah “Blok Medan” yang dipakai untuk pengurusan izin tambang di Pulau Gebe, Halmahera Tengah.

Sejauh ini memang belum ada bukti adanya aliran uang atau perusahaan tambang di Maluku Utara yang terafiliasi dengan Bobby.

Suasana debat
Debat publik kedua yang digelar KPU Sumut itu berlangsung dalam suasana hangat dan terkesan saling menyerang secara personal masing-masing pasangan calon.

Bahkan sejumlah pendukung dari masing-masing pasangan calon terlihat sangat antusias meneriakkan yel-yel,  sehingga membuat suasana arena debat riuh.

Edy Rahmayadi yang tampil bersama calon Wagub Sumut nomor urut 2 Hasan Basri Sagala, selain mempersoalkan  blok Medan, juga mempertanyakan seputar masalah banjir yang masih terjadi di Kota Medan ketika turun hujan.

Tidak hanya sampai di situ, Edy Rahmayadi yang juga Gubernur Sumut periode 2018-2023, mengkritisi  kinerja Bobby Nasution selama menjabat Walikota Medan periode 2021-2024.

Beberapa hal yang dikritisi Edy, antara lain  soal penanganan sampah, jalan macet dan keberadaan bus listrik yang perjalanannya lamban dibanding moda angkatan umum lain.

BACA JUGA:  Gugatan Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Kandas di PT Medan

Ia berjanji akan  melanjutkan  pembangunan sarana infrastruktur dan berbagai fasilitas umum lainnya jika pasangan Edy-Hasan terpilih menjadi gubernur dan wagub Sumut periode 2024-2029.

Sementara Bobby mengkritisi kinerja Edy Rahmayadi yang semasa menjabat sebagai Gubernur Sumut kurang maksimal memberi perhatian  terhadap pembangunan dan pembenahan sarana infrastruktur.

“Selama mengunjungi kabupaten dan kota di Sumatera Utara baru-baru ini, ternyata banyak sekali jalan provinsi yang berlubang. Bahkan, di Kepulauan Nias sebagian besar jalan provinsi  rusak dan belum diperbaiki,” paparnya.

Bobby juga mempertanyakan pembangunan jalan tol di dalam Kota Medan yang peletakan baru pertamanya dilakukan Edy Rahmayadi sekitar lima tahun lalu, namun hingga saat ini tidak terealisasi.

Pada momen debat itu,  Bobby bersama calon Wagub Sumut nomor urut 1 Surya menanyakan urgensi pengaspalan jalan di dalam komplek rumah dinas gubernur Sumut yang diperkirakan menghabiskan biaya hingga dua miliar rupiah lebih.

“Sementara, di sejumlah kabupaten dan kota di Sumut masih banyak jalan raya yang sangat mendesak untuk diperbaiki, ” ucap dia.

Dari sejumlah permasalahan pembangunan di Sumut yang dipaparkan Bobby, ternyata banyak yang sama sekali tidak dijawab secara tuntas oleh Edy dan Hasan. D/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:04 WIB

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Berita Terbaru