Sahat menambahkan pernyataan Depidar II SOKSI Sumut ini dikarenakan Martua Sitanggang selaku wakil bupati terpilih yang berpasangan dengan Vandiko Gultom, merupakan kader SOKSI. “SOKSI akan pasang badan bila kadernya diganggu,” tegas Sahat P Simbolon seraya menegaskan kembali meminta kepada Djarot Saiful Hidayat untuk meminta maaf atas tudingan money politic yang terjadi di Pilkada Samosir.
Diberitakan sebelumnya, calon bupati/wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan yakni Rapidin Simbolon-Juang Sinaga, mengalami kekalahan di Kabupaten Samosir. Menanggapi kekalahan tersebut, Djarot Saiful Hidayat selaku Ketua PDI Perjuangan Sumut, menuding kekalahan calon PDIP di Samosir disebabkan praktik politik uang.
“Ada dua kabupaten yang kami duga melakukan praktik politik uang, yakni Samosir dan Karo. Di Samosir bahkan praktik politik uang itu berlangsung massif dan jumlahnya sampai Rp 100 miliar. Ada yang dibayar sampai Rp 1 juta per kepala,” kata Djarot.
Dikatakan Djarot, pihaknya memiliki data terkait itu dan timnya sedang melakukan investigasi. “Ada dua kabupaten yang kami duga melakukan praktik politik uang, yakni Samosir dan Karo. Di Samosir bahkan praktik politik uang itu berlangsung massif dan jumlahnya sampai Rp 100 miliar. Ada yang dibayar sampai Rp 1 juta per kepala,” kata Djarot kembali. Di Pilkada Samosir PDIP mengusung paslon petahan Rapidin Simbolon – Juang Sinaga. Sedangkan Partai Golkar berkoalisi dengan partai lainnya mengusung Vandiko Timotius Gultom – Martua Sitanggang. D|Med-Red