Israel Mendesak AS Lanjutkan Perang Melawan Iran

Kamis, 2 April 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel khawatir Amerika Serikat memilih jalur damai dengan Iran sebelum tujuan militer tercapai. Foto: Ist.

Israel khawatir Amerika Serikat memilih jalur damai dengan Iran sebelum tujuan militer tercapai. Foto: Ist.

Tel Aviv-Mediadelegasi: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak terburu-buru membuka jalur negosiasi damai dengan Iran. Pemerintah Israel khawatir upaya diplomasi justru akan menguntungkan Teheran sebelum tujuan militer tercapai.

Israel Mendesak AS Lanjutkan Operasi Militer ke Iran

Laporan media Israel menyebut sejumlah pejabat Tel Aviv menekan Presiden AS, Donald Trump, agar tetap melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Israel menilai tekanan militer harus terus ditingkatkan sebelum pembicaraan damai dimulai.

Kekhawatiran ini muncul di tengah sinyal yang dinilai berubah-ubah dari Washington terkait arah konflik. Sebagian pihak di pemerintahan AS disebut mulai mempertimbangkan jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan dengan Iran.

Namun pemerintah Israel melihat langkah tersebut berpotensi menghentikan perang terlalu cepat. Menurut mereka, penghentian konflik sebelum target strategis tercapai justru dapat memperkuat posisi Iran di kawasan.

BACA JUGA:  UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia, Pengabdianmu Tak Akan Hilang

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mendukung kelanjutan operasi militer. Ia menyatakan perang yang berlangsung saat ini telah mencapai lebih dari setengah tujuan strategis yang direncanakan.

Meski demikian, Netanyahu menilai operasi militer masih harus dilanjutkan hingga kemampuan militer Iran benar-benar melemah. Ia juga mengingatkan agar pemerintah AS tidak terpengaruh oleh tekanan publik internasional yang mendesak penghentian perang.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tragedi-siswa-gantung-diri-di-simanindo-komnas-pa-samosir-ungkap-dugaan-bullying-dipicu-curhat-ekonomi-di-medsos/

Dalam analisis strategis Israel, terdapat dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan Washington. Opsi pertama adalah melanjutkan perang dengan meningkatkan serangan terhadap target penting Iran.

Target tersebut mencakup fasilitas energi strategis, termasuk Pulau Kharg yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak Iran. Selain itu, ladang gas raksasa South Pars juga disebut masuk dalam daftar potensi sasaran militer.

Sementara opsi kedua adalah membuka jalur negosiasi dengan Iran untuk membatasi program rudal balistik dan aktivitas nuklirnya. Pendekatan ini bertujuan mengurangi eskalasi tanpa menghancurkan seluruh kemampuan militer Iran.

BACA JUGA:  Laga Palagan Darat Membara: Iran Tantang Nyali Amerika

Namun sebagian pejabat Israel menilai kesepakatan damai saat ini akan menjadi kemenangan bagi Iran. Mereka khawatir Teheran akan memperoleh keuntungan politik sekaligus peluang pencabutan sanksi internasional.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyebut Israel tidak berencana mengirim pasukan darat langsung ke wilayah Iran. Meski demikian, Israel tetap siap memberikan dukungan penuh jika AS memutuskan melancarkan operasi darat.

Dengan adanya tenggat waktu yang disebut-sebut diberikan kepada Iran hingga 6 April untuk membuka kembali jalur strategis di Selat Hormuz, tekanan Israel terhadap Washington diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan. Konflik ini pun berpotensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia
Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:06 WIB

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Berita Terbaru