Strategi 4K Pemprov Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terjaga Jelang Tahun Baru 2026

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo. Foto: Ist.

“Strategi utama yang dilaksanakan adalah 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif,” ungkap Poppy Marulita Hutagalung.

Untuk strategi Keterjangkauan harga, Pemprov Sumut memastikan stabilitas harga dan pengelolaan permintaan melalui berbagai program, antara lain operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) pasar dan gudang distributor, monitoring pasokan, penguatan tata niaga bahan pokok penting, gerakan pangan murah atau pasar murah, pembentukan toko pantau inflasi, perluasan Rumah Pangan Kita (RPK), serta penyusunan kajian pengendalian inflasi.

Pada aspek Ketersediaan pasokan, terdapat delapan program strategis, termasuk pengembangan kawasan pangan sebagai program strategis daerah untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, dan bawang merah.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun 2026, akan dilakukan pengembangan kawasan produksi padi di Simalungun dan Deli Serdang seluas 2.000 hektare, kawasan produksi jagung di Simalungun dan Dairi seluas 2.000 hektare, perluasan kawasan produksi cabai merah di Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Samosir seluas 200 hektare, serta perluasan kawasan produksi bawang merah seluas 200 hektare di Simalungun, Humbang Hasundutan, Samosir, dan Dairi,” terang Poppy Marulita Hutagalung.

Selain itu, Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 juga memuat peningkatan produksi pangan dan hortikultura melalui gerakan menanam dan panen serentak, pengendalian hama dan organisme pengganggu tumbuhan, penanganan dampak perubahan iklim, serta penguatan sarana dan prasarana pengolahan dan penyimpanan produk pangan di sejumlah daerah, seperti Karo, Simalungun, Batu Bara, Dairi, Tapanuli Utara, Deli Serdang, dan Humbang Hasundutan.

“Tidak hanya komoditas pangan dan hortikultura, program strategis lainnya juga mencakup peningkatan produksi hasil ternak dan perikanan, pengembangan perkebunan tebu dan kelapa sawit, serta pengembangan kawasan perkebunan lainnya,” pungkasnya.

Program-program strategis tersebut diharapkan berjalan optimal dengan dukungan strategi Komunikasi efektif, khususnya dalam meningkatkan kualitas data dan informasi komoditas pangan strategis serta memperkuat publikasi pengendalian inflasi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. D|Red-Hendra.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Pos terkait