Strategi 4K Pemprov Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terjaga Jelang Tahun Baru 2026

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo. Foto: Ist.

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dalam mengendalikan inflasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berkat penerapan strategi 4K dan kolaborasi lintas instansi, inflasi di Sumut berhasil ditekan secara signifikan, memberikan dampak positif bagi stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Data menunjukkan bahwa inflasi di Sumut berhasil diturunkan dari 5,32% pada September 2025 (year on year/yoy) menjadi 3,96% pada November 2025. Penurunan ini merupakan bukti nyata dari efektivitas strategi yang diterapkan oleh Pemprov Sumut.

Strategi 4K yang menjadi kunci keberhasilan ini meliputi Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Keempat aspek ini dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk meredam gejolak harga komoditas pangan strategis di tengah meningkatnya permintaan.

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemprov Sumut. Menurutnya, penurunan inflasi menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat.

“Upaya ini terbilang efektif, terbukti inflasinya mulai turun. Namun, pemerintah tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan,” ujar Wahyu Ario Pratomo, Rabu (31/12/2025).

Wahyu Ario Pratomo menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan, khususnya komoditas cabai merah yang kerap menjadi pemicu inflasi. Ia menyarankan agar Pemprov Sumut memastikan pasokan cabai merah tetap mencukupi kebutuhan masyarakat di dalam daerah.

“Cabai merah dari Sumut juga dipasarkan ke luar provinsi seperti Riau dan Aceh. Pemerintah dapat membuat kawasan khusus pertanaman cabai merah untuk memenuhi pasar luar provinsi, sehingga pasokan di dalam Sumut tidak terganggu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar

Wahyu Ario Pratomo juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Sumut melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengadaan cabai merah dari luar provinsi, seperti Jawa Timur. Kebijakan tersebut dinilai efektif menekan inflasi yang sempat mencapai 5,32 persen, mengingat kenaikan harga cabai merah saat itu hampir terjadi di seluruh daerah.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menjelaskan bahwa Pemprov Sumut telah merumuskan kebijakan pengendalian inflasi jangka menengah yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/839/KPTS/2025 tentang Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumut Periode 2025–2027.

“Strategi utama yang dilaksanakan adalah 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif,” ungkap Poppy Marulita Hutagalung.

Untuk strategi Keterjangkauan harga, Pemprov Sumut memastikan stabilitas harga dan pengelolaan permintaan melalui berbagai program, antara lain operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) pasar dan gudang distributor, monitoring pasokan, penguatan tata niaga bahan pokok penting, gerakan pangan murah atau pasar murah, pembentukan toko pantau inflasi, perluasan Rumah Pangan Kita (RPK), serta penyusunan kajian pengendalian inflasi.

Pada aspek Ketersediaan pasokan, terdapat delapan program strategis, termasuk pengembangan kawasan pangan sebagai program strategis daerah untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, dan bawang merah.

BACA JUGA:  Pembinaan Atlet Sumut Diperkuat Bobby Nasution Menuju 2028

“Pada tahun 2026, akan dilakukan pengembangan kawasan produksi padi di Simalungun dan Deli Serdang seluas 2.000 hektare, kawasan produksi jagung di Simalungun dan Dairi seluas 2.000 hektare, perluasan kawasan produksi cabai merah di Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Samosir seluas 200 hektare, serta perluasan kawasan produksi bawang merah seluas 200 hektare di Simalungun, Humbang Hasundutan, Samosir, dan Dairi,” terang Poppy Marulita Hutagalung.

Selain itu, Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 juga memuat peningkatan produksi pangan dan hortikultura melalui gerakan menanam dan panen serentak, pengendalian hama dan organisme pengganggu tumbuhan, penanganan dampak perubahan iklim, serta penguatan sarana dan prasarana pengolahan dan penyimpanan produk pangan di sejumlah daerah, seperti Karo, Simalungun, Batu Bara, Dairi, Tapanuli Utara, Deli Serdang, dan Humbang Hasundutan.

“Tidak hanya komoditas pangan dan hortikultura, program strategis lainnya juga mencakup peningkatan produksi hasil ternak dan perikanan, pengembangan perkebunan tebu dan kelapa sawit, serta pengembangan kawasan perkebunan lainnya,” pungkasnya.

Program-program strategis tersebut diharapkan berjalan optimal dengan dukungan strategi Komunikasi efektif, khususnya dalam meningkatkan kualitas data dan informasi komoditas pangan strategis serta memperkuat publikasi pengendalian inflasi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. D|Red-Hendra.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumut Miliki 6.110 Pos Bantuan Hukum, Bobby Nasution: Akses Keadilan Kini Lebih Dekat dengan Masyarakat
Jalu Yuswa Panjang Resmi Pimpin Kanwil Ditjenpas Sumut, Gantikan Yudi Suseno
BNN Sumut Ungkap Dua Jaringan Narkotika, Sita 700 Gram Sabu dan Uang Ratusan Juta
Viral Warga Sujud Minta Bantuan, Bobby Nasution Langsung Perintahkan Penanganan
Pemprov Sumut Jalin Kerja Sama dengan RS Mata Cicendo, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata
Sumut Jadi Tuan Rumah Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Bobby Nasution: Dukung Penuh dan Beri Dampak Ekonomi
Ormas Pendiri Partai Golkar Segera Dilantik, Fokus Pengembangan Ekonomi Rakyat
Menteri Wihaji Kunjungi Sumut dan Aceh, Perkuat Program Bangga Kencana dan Tekan Stunting
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:26 WIB

Sumut Miliki 6.110 Pos Bantuan Hukum, Bobby Nasution: Akses Keadilan Kini Lebih Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:34 WIB

Jalu Yuswa Panjang Resmi Pimpin Kanwil Ditjenpas Sumut, Gantikan Yudi Suseno

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:15 WIB

BNN Sumut Ungkap Dua Jaringan Narkotika, Sita 700 Gram Sabu dan Uang Ratusan Juta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:29 WIB

Viral Warga Sujud Minta Bantuan, Bobby Nasution Langsung Perintahkan Penanganan

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:27 WIB

Pemprov Sumut Jalin Kerja Sama dengan RS Mata Cicendo, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata

Berita Terbaru

​PLN Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang

​PLN Pancur Batu “Obral” Pemadaman, Ekonomi Warga Lumpuh Sepekan

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:07 WIB