Sumut Berduka: Ratusan Meninggal dan Hilang, BNPB Fokus Buka Akses ke Daerah Terisolir

Ratusan Warga Sumut Hilang Akibat Banjir dan Longsor (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara (Sumut). Data terbaru menunjukkan bahwa 172 orang meninggal dunia dan 147 orang masih dinyatakan hilang.

“Untuk wilayah Sumatra Utara itu yang meninggal 172 orang. Ini masih ada yang hilang 147 orang,” kata Suharyanto, Minggu (30/11/2025).

Selain korban jiwa, banyak masyarakat yang terdampak dan terpaksa mengungsi akibat bencana ini. BNPB mencatat ada dua daerah di Sumut yang memerlukan perhatian serius karena kondisinya yang terisolasi.

Bacaan Lainnya

“Kabupaten/kota yang tadi saya sampaikan yang sekarang masih perlu mendapat perhatian secara serius adalah dua daerah, yang pertama Tapanuli Tengah, yang kedua Sibolga. Kenapa ini mendapat perhatian penuh? Karena terisolir,” ujarnya.

Suharyanto menjelaskan bahwa Tapanuli Tengah hanya dapat diakses melalui jalur udara. Sementara itu, Kota Sibolga hanya bisa dicapai melalui jalur darat dari Tapanuli Tengah atau melalui jalur laut.

Kondisi ini menyulitkan proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada para korban. BNPB dan pemerintah daerah terus berupaya untuk membuka aksesibilitas ke wilayah-wilayah yang terisolasi.

“Ini sekarang yang masih belum tembus dari Tapanuli ke Sibolga, ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” ucap Suharyanto.

Suharyanto mengungkapkan bahwa panjang jalan yang belum bisa ditembus akibat longsoran mencapai hampir 50 km. Satgas gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan untuk membuka jalan yang tertutup tersebut, namun membutuhkan waktu beberapa hari untuk menanganinya.

“Paling tidak butuh waktu 3 hari lagi baru bisa tembus,” ungkap Suharyanto.

Pos terkait