Untuk itu, Sulaiman mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumut untuk menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup, melestarikan hutan, merehabilitasi lahan kritis, dan menjaga pohon yang telah ditanam.
“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kita untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ucapnya.
Kegiatan untuk pemulihan ekosistem mangrove dilakukan di 17 desa yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Secanggang, Tanjung Pura, Hamparan Perak, dan Labuhan Deli.
Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Karang Gading dan Langkat Timur Laut melalui pemulihan ekosistem yang dilaksanakan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut mempunyai luas kawasan 14.827 hektare, luas kerusakan 3.385 hektare, atau persentase kerusakan 22,83%. Tahun 2025, Kementerian Kehutanan telah melakukan pemulihan ekosistem di Karang Gading dan Desa Paluh Kurau dengan pembibitan mangrove sebanyak 1.415.700 bibit. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






