Lebih lanjut, Kapolda juga memaparkan kasus kejahatan di wilayahnya selama tahun 2022 yakni mencapai 45.985 kasus atau meningkat 25,5 persen dibanding tahun 2021 sebanyak 36.635 kasus.
“Terkait dengan gangguan Kamtibmas di Sumut tahun 2022 ini secara umum meningkat dibandingkan tahun 2021,” katanya.
Selain kasus narkoba, tambahnya, kasus terbanyak lainnya yaitu pencurian kendaraan bermotor sebanyak 3.827 kasus serta penganiayaan berat 3.357 kasus, pemerasan dan ancaman 2.332 kasus, pencurian dengan kekerasan 592 kasus dan perjudian 477 kasus.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada oknum anggota kepolisian setempat yang terbukti terlibat dalam kasus perjudian maupun kasus konvensional atau umum lainnya, artinya semua ditindaklanjuti melalui proses hukum.
Polda Sumut, menurut dia, juga akan terus mengintensifkan operasi penertiban premanisme di wilayah itu.
Kapolda menyebutkan bahwa selama tahun 2022 telah terjadi pelanggaran anggota kepolisian setempat mencapai 836 kasus, naik dibanding tahun 2021 sebanyak 704 kasus.
“Kasus pelanggaran terbanyak adalah masalah kode etik dengan jumlah 453. Kemudian pelanggaran disiplin 350 dan pidana umum 33 kasus,” katanya.
Usai acara paparan catatan akhir tahun Polda Sumut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 172 kg, ganja 1,6 ton dan pil ekstasi 46.092 butir yang berhasil disita mulai 4 September 2022 sampai 12 Desember 2022. D|Med-24