ZA juga menyebutkan bahwa pelaku membawa bom rakitan karena ditemukan sebuah kaleng minuman yang sudah diisi dan dimodifikasi, tak jauh dari pelaku.
“Pas khotbah tiba-tiba ada yang meledak, kedengaran pertama sekali, pas sudah berpencar semua kedengaran lagi dua kali, ledakan bom baterai gitu, ada buktinya,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif dan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan, karena mengungkap masalah bullying yang masih menjadi ancaman di lingkungan sekolah.
Semoga kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mencegah terjadinya bullying di sekolah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






