Karenanya melalui pertemuan ini, Wakil Wali Kota Medan meminta agar saling berdiskusi dan mencari solusi bersama dari setiap persoalan yang ada.
“Masih banyak tempat-tempat elit di kota Medan yang belum dimasukan ke aplikasi pajak, kedepanya ini harus diperbaiki, dan Bapak Wali Kota Medan ingin agar aplikasi ini disinkronkan ke aplikasi yang ada di Dirjen Pajak agar semakin mudah untuk di kontrol,” ujar Wakil Wali Kota Medan.
Apalagi lanjut Wakil Wali Kota Medan, potensi terbesar dari PAD Kota Medan berasal dari reklame, parkir dan PBB.
“Ini yang harus terus dikejar tanpa meninggalkan wajib pajak yang lain untuk peningkatan PAD kita, targetkan berapa persen kenaikannya dan langsung eksekusi, kalau memang saudara tidak sanggup silahkan mundur,” tegas Wakil Wali Kota Medan.
Sementara itu Kaban Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Suherman SH mengaku siap untuk mencapai target pajak yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya evaluasi ini kami akan meningkatkan kinerja agar target pajak dapat tercapai,” kata Suherman.
Begitu juga terkait dengan wajib pajak yang belum membayar pajak akan terus di kejar.D|Med-Gur|ril