Waspada Pneumonia! Penyakit Mematikan yang Mengintai Anak Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya!

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Waspada Pneumonia, Penyakit Mematikan yang Mengintai Anak Indonesia. Foto: Ist.

Ilustrasi Waspada Pneumonia, Penyakit Mematikan yang Mengintai Anak Indonesia. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini merupakan infeksi pada paru yang dapat menyerang siapa saja. Namun, anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan bila terinfeksi pneumonia seperti disampaikan dokter spesialis anak, Kanya Ayu Paramastri.

Menurut data, setiap tahun lebih dari 725.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena pneumonia, termasuk sekitar 190.000 bayi baru lahir.

“Pneumonia adalah infeksi paru-paru atau lebih tepatnya memang radang paru-paru,” ujar dr. Kanya Ayu Paramastri dalam kegiatan Media Session World Pneumonia Day 2025 dengan tema “Unlocking Every Breath: Together Against Pneumonia”, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pneumonia disebabkan oleh berbagai kuman, salah satunya adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari demam, kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk, hingga nafsu makan menurun dan tubuh terasa lemas.

Namun, perlu diwaspadai oleh orang tua adalah munculnya tanda-tanda kegawatan atau kondisi ketika anak mulai kesulitan bernapas dan membutuhkan pertolongan segera.
Kenali Tanda Sesak Napas yang Perlu Diwaspadai

Kanya menjelaskan, tanda kegawatan pneumonia bisa terlihat dari pola napas anak.

“Tapi tanda kegawatannya adalah sesak dalam artian napasnya bunyi, mungkin bisa mengi, bisa tidak. Napas cepat berdasarkan usia soalnya beda-beda,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wabah Infeksi Virus Akut Serang Puluhan Anak di Toba, RSUD Porsea Kewalahan

Kanya menekankan, orang tua perlu mengetahui batas normal pernapasan anak.

“Bayi itu kesannya memang lebih cepat daripada kita, jadi jangan ‘cepet-cepet’, ternyata memang hormon bayi seperti itu. Jadi kita harus tahu juga normalnya seberapa,” tambahnya.

Perhatikan Gerakan Dada dan Perut
Selain napas cepat, tanda lain yang perlu diperhatikan adalah gerakan dada dan perut yang kembang kempis, serta adanya tarikan otot di dada saat bernapas.

“Perut, dada kembang kempis, dan tarikan itu namanya retraksi. Dia berusaha mengembangkan dadanya, paru-parunya itu nggak bisa ngembang normal sehingga dia membutuhkan bantuan otot-otot pernapasannya untuk membuka paru, sehingga terjadi tarikan di dinding dadanya,” ujarnya.

Waspadai Napas Cuping Hidung dan Retraksi
Menurut Kanya, hidung anak yang kembang kempis juga merupakan tanda penting. “Hidungnya kembang kempis, napas cuping hidung. Itu juga merupakan tanda sesak,” katanya.

Kanya menambahkan, terkadang anak tampak masih aktif dan tersenyum, tetapi tetap menunjukkan tanda sesak yang jelas.

“Walaupun anak cengangas cengenges, senyum-senyum tuh, tapi tanda sesaknya semuanya ada sebenarnya dan itu orang tua harus aware. Jangan sampai ketipu, padahal mah bengek, sesak,” tuturnya.

BACA JUGA:  Dua Anak Tewas Terseret Arus Sungai Deli

Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tidak menunggu semua tanda muncul sekaligus lalu baru membawa anak ke dokter.

“Napas cepat, napas cuping hidung, retraksi dinding dada di bawah leher, sela iga, iga bawah atau ulu hati, dan napasnya kelihatan kalau dia struggling, kesulitan bernapas. Kadang-kadang saking sesaknya kepalanya head bobbing juga ada. Kalau bisa jangan nunggu ada semua, salah satu aja, mendingan segera dibawa untuk diperiksakan,” tegasnya.

Pencegahan Pneumonia yang Bisa Dilakukan
Pneumonia memang bisa berbahaya tapi bisa dicegah. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, vaksinasi menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Vaksin pneumokokus dan vaksin influenza dapat membantu melindungi anak dari beberapa jenis pneumonia.

Selain vaksinasi, menjaga kebersihan juga penting. Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air, serta biasakan pola hidup sehat seperti tidak merokok, olahraga teratur, dan menjaga asupan makanan bergizi seimbang.

Orang tua juga disarankan untuk menghindari anak dari kontak dengan orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Dengan mengenali gejala dan melakukan pencegahan yang tepat, diharapkan pneumonia tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu
ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis
Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat
Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat
Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan
Ahli Epidemiologi: Potensi Virus H5N5 Masuk Indonesia Sangat Kecil, Tapi Tetap Waspada
Wamenkes: Kasus TBC di Indonesia Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Targetkan Tuntas Tahun Depan
Kemenkes Ungkap Ada 10.300 Puskesmas di Indonesia, Tapi 36 Kecamatan Belum Terjangkau

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:21 WIB

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:34 WIB

ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:44 WIB

Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat

Rabu, 26 November 2025 - 14:44 WIB

Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat

Jumat, 21 November 2025 - 18:12 WIB

Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan

Berita Terbaru