
Diketahui, dalam proses menjadi SGC, sudah lebih kurang dua tahun ini, Prof Young Suk Kwon membantu bahan yang dikirim dari Korsel untuk digunakan siswa, melakukan pembinaan, setiap hari kamis, memberikan materi/bahan yang akan dikerjakan dan Sabtu melihat hasil karya melalui zoom.
“Kami memilih pelajar tingkat SD karena, kami percaya bahwa anak SD memiliki imajinasi yang masih fresh dan polos, memiliki ide yang belum terpengaruh,” kata Prof Young Suk Kwon pada kunjungannya yang juga dihadiri sejumlah Kepala SDN dan mewakili Dinas Pendidikan Samosir itu.
Dia menargetkan, tahun 2024 pihaknya mulai menyertakan sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi serta melibatkan masyarakat sekitar.
Wakil Ketua Umum DPP KMDT, Ir Mandalasah Turnip SH mengaku bangga dengan atensi Prof Young Suk Kwon terhadap SDN 10 Lumban Suhisuhi.
“Seandainya ada orang-orang terbaik dari Sembilan kecamatan di Samosir seperti Arjon yang menggandeng lembaga maupun perguruan tinggi seperti yang dilakukan Prof Young Suk Kwon, begitu besar manfaatnya bagi generasi dan perekonomian masyarakat Samosir,” kata Mandalasah putra Simanindo ini.
Sementara, saat audiensi Prof Young Suk Kwon bersama Bupati Samosir, Vandiko T Gultom mengapresiasi perhatian Prof Young Suk Kwon kepada pelajar di Kabupaten Samosir.
Vandiko berharap, Pemerintah Korsel dapat membantu fasilitas peralatan yang dibutuhkan. Pelatihan kepada anak-anak sekolah dengan memanfaatkan barang-barang bekas lingkungan sekitar (Samosir) sehingga tidak perlu dikirim dari Korsel.
Dia juga menyarakan agar hasil kerajinan mengandung kearifan lokal sehingga hasil kreasi dapat digunakan sebagai UMKM di Samosir.
Vandiko juga menyampaikan apresiasi kepada KMDT atas atensi terhadap kemajuan masyarakat Samosir. D|Red-06