28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan

Jakarta-Mediadelegasi : Lembaga riset Deep Intelligence Research (DIR) memperingatkan adanya potensi perubahan serius dalam persepsi publik terhadap penanganan bencana banjir yang telah melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh selama lebih dari satu bulan.

Dari awalnya menjadi krisis kemanusiaan, kejadian tersebut dinilai berisiko berkembang menjadi krisis legitimasi pemerintah apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Kesimpulan ini disampaikan DIR berdasarkan hasil pemantauan media yang dilakukan selama periode 25 November hingga 24 Desember 2025. Pengamatan tersebut mencakup lebih dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 93 media elektronik, dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan untuk analisis data yang komprehensif.

Bacaan Lainnya

Direktur Komunikasi DIR, Neni Nur Hayati, menyatakan bahwa meskipun mayoritas pemberitaan dari media arus utama masih bernada positif, terdapat sinyal peringatan yang tidak dapat diabaikan oleh pihak berwenang.

“Kondisi saat ini masih memberikan ruang untuk penanganan yang lebih baik, namun kita tidak bisa menganggap remeh setiap indikasi perubahan sentimen publik,” ujarnya.

Menurut data yang dihimpun, sebanyak 69 persen pemberitaan memiliki nada positif, yang didominasi oleh narasi tentang upaya penanganan dan manajemen krisis yang dilakukan berbagai pihak.

Namun, terdapat 28 persen sentimen negatif yang dipicu oleh isu keterlambatan bantuan serta dampak pascabencana yang masih dirasakan oleh masyarakat terdampak, hal ini menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

DIR mencatat bahwa puncak pemberitaan terkait bencana ini terjadi pada tanggal 1 Desember 2025, yang bertepatan dengan fase awal darurat banjir bandang di beberapa wilayah.

Pada periode tersebut, pemberitaan didominasi oleh sentimen negatif akibat kondisi darurat yang mendadak dan tantangan dalam penanganan awal.

Setelah tanggal 5 Desember, tercatat peningkatan sentimen positif seiring dengan publikasi mengenai distribusi bantuan yang mulai berjalan ke berbagai wilayah terdampak.

Banyak laporan yang menunjukkan bahwa bantuan makanan, obat-obatan, dan bahan kebutuhan dasar telah sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Namun demikian, lonjakan sentimen negatif kembali muncul pada tanggal 19 Desember.

Kenaikan ini dipicu oleh berbagai laporan yang menyatakan bahwa bantuan belum dapat merata sampai ke seluruh daerah, terutama di wilayah-wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur jalan.

Secara keseluruhan, selama periode pemantauan, DIR mencatat terdapat sebanyak 30.489 pemberitaan terkait topik “Banjir Sumatera dan Aceh”. Pemberitaan tersebut tersebar di 16.233 media lokal, 14.207 media nasional, serta 49 media internasional yang juga mengikuti perkembangan situasi bencana ini.

Pos terkait