Mendagri Laporkan 22 Desa Hilang Akibat Bencana di Sumatera, Terbanyak di Aceh

- Penulis

Senin, 29 Desember 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Desa Hilang Disapu Banjir Bandang di Sumatera. Foto: Ist.

Sejumlah Desa Hilang Disapu Banjir Bandang di Sumatera. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melaporkan bahwa sebanyak 22 desa dinyatakan hilang pasca bencana yang melanda wilayah Sumatera. Kondisi terparah dialami oleh Provinsi Aceh, di mana jumlah desa yang hilang paling banyak.

Tito menjelaskan bahwa pihaknya akan mengirimkan 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh untuk membantu proses pemulihan daerah yang terdampak bencana. Para praja IPDN ini akan ditugaskan di daerah-daerah yang mengalami dampak paling berat, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Menurut Tito, Aceh Tamiang dan Aceh Utara menjadi wilayah yang paling memprihatinkan karena banyaknya desa yang hilang dan kantor desa yang tidak berfungsi.

“Kenapa kami menyatakan agak berat karena data kami menunjukkan bahwa ada desa yang hilang totalnya ada 22, di Aceh ada 13 hilang, tersapu, di Sumatera Utara ada 8 dan Sumatera Barat ada 1,” ucap Tito dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (29/12/2025).

BACA JUGA:  Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Viral, Ketum Golkar Ingin Temui Penciptanya: Penasaran Ingin Bertemu dan Makan Bersama

Lebih lanjut, Mendagri merinci bahwa terdapat 1.455 kantor desa di Aceh yang tidak dapat berfungsi akibat bencana. Selain itu, terdapat 93 kantor desa di Sumatra Utara dan 32 kantor desa di Sumatra Barat yang juga mengalami kondisi serupa.

Tito Karnavian berharap agar para praja IPDN yang dikirim ke wilayah terdampak bencana dapat membantu memulihkan kembali fungsi kantor-kantor desa tersebut.
“Jadi tugas Kemendagri menghidupkan kembali,” sambung Tito.

Para praja IPDN dijadwalkan akan mulai bertugas di Aceh Tamiang dan Aceh Utara pada tanggal 3 Januari 2026. Mereka akan membantu proses pemulihan selama kurang lebih satu bulan.

Kehadiran para praja IPDN ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh.

BACA JUGA:  Tiga Prajurit Gugur, KSAD Maruli Minta Masyarakat Dukung Penanganan Bencana Sumatra

Pemerintah terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana, serta melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Setop Rekrut Honorer Baru karena Jadi Beban
Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar
Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan: Tidak Ada Rencana Reshuffle Kabinet, Nama Chatib Basri Hanya Isu Tanpa Dasar
Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Setingkat Menteri
Gempa Dahsyat M 7,9 Guncang Tahuna Sangihe, Kedalaman 105 Km, Belum Ada Laporan Kerusakan
Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM
Proses Pemulangan Berjalan Lancar, 29.344 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 14:46 WIB

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Setop Rekrut Honorer Baru karena Jadi Beban

Senin, 8 Juni 2026 - 14:27 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 13:10 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan: Tidak Ada Rencana Reshuffle Kabinet, Nama Chatib Basri Hanya Isu Tanpa Dasar

Senin, 8 Juni 2026 - 11:02 WIB

Gempa Dahsyat M 7,9 Guncang Tahuna Sangihe, Kedalaman 105 Km, Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:59 WIB

Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM

Berita Terbaru

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS(Foto:Ist)

Jakarta

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Senin, 8 Jun 2026 - 13:02 WIB