Medan-Mediadelegasi: Realisasi Bos Afirmasi Tahun Anggaran 2019-2020 yang dialokasikan ke Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan (Labusel). Tampaknya menjadi perhatian serius pegiat anti korupsi.
Puncaknya pun Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dibisingi dan digeruduk pegiat anti korupsi, untuk mendesak agar institusi Adhiyaksa nomor wahid di Sumatera Utara itu melakukan langkah hukum terhadap indikasi KKN terhadap realisasi dana yang dialokasikan Kementerian Pendidikan itu.
Adalah Koalisi Mahasiwa Nasionalis Indonesia (KMNI) yang melakukan aksi di pelataran gerbang Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, kemarin. Mereka mendesak agar institusi pencara negara itu melakukan penelusuran terhadap realisasi dana Bos afirmasi 2019 dan 2020 dinas pendidikan kab.labuhan batu selatan,
Menurut Koordinator Aksi, Rasid BB dalam pernyataan sikapnya mengatakan, mencurigai adanya indikasi yang mengarah kepada perbuatan KKN pada realisasian dana Bos Afirmasi di Kabupaten Labusel sehingga perlu diusut tuntas demi tegaknya hukum.
“Kami menduga pada perealisasian anggaran dana BOS Afirmasi TA 2019 dan 2020 syarat dengan dugaan KKN. Maka kami minta Kejatisu agar serius dalam mengusut tuntas realisasi dana itu,”tegasnya
Mereka juga meminta agar kejaksaan tinggi sumatera utara meriksa kepala dinas pendidikan Labusel, serta oknum terkait lainnya.
Setelah menyampaikan peryataannya atau orasinya sekira 1 jam di pelataran kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu, Kasipenkum Sumanggar Siagian menyambangi para pendemo. “Saya akan menyampaikan aksi adik-adik ini kepada pimpinan,” ungkapnya kepada peserta aksi. D|Med-Gur.






